Soal CFD 2 Kali Sepekan, Rano Karno: Kalau Minggu Gampang, Sabtu Masih Ada yang ke Kantor
JAKARTA, iNews.id - Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno merespons usulan DPRD DKI Jakarta agar Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) diujicobakan dua kali dalam sepekan selama tiga bulan. Rano menilai usulan tersebut menarik karena berpotensi membantu menurunkan emisi.
Namun, pelaksanaannya tetap perlu dikaji dengan mempertimbangkan aktivitas masyarakat, khususnya pada hari Sabtu.
"Sebetulnya itu usul yang menarik, karena pasti menurunkan emisi. Cuma ada pertimbangan, kalau Minggu itu pasti gampang, tapi Sabtu mungkin masih ada operasional ke kantor," ujar Rano, dikutip dari keterangan Pemprov Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Menurut dia, pelaksanaan CFD dua kali dalam sepekan tidak bisa langsung diterapkan tanpa kajian. Pemerintah perlu melihat berbagai aspek agar kebijakan tersebut tidak mengganggu kegiatan masyarakat.
Rano mengungkapkan dirinya juga pernah mengusulkan pelaksanaan Car Free Night. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki tujuan serupa, yakni membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.
Dia mencontohkan upaya pengurangan emisi seperti aksi pemadaman listrik di sejumlah gedung saat Earth Hour. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan serupa tidak membutuhkan waktu yang panjang.
"Sebetulnya nggak susah. Ini kan sebetulnya nggak lama, sama seperti Car Free Day jam 05.30 sampai 09.00," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mempertimbangkan secara serius usulan agar CFD digelar dua kali dalam sepekan, yakni pada Sabtu dan Minggu.
Saat ini, CFD di Jakarta berlangsung setiap Minggu pagi di dua lokasi secara bersamaan. Keduanya yakni sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin dan Jalan Rasuna Said.
"Saya mengkaji secara serius usulan Bapak Menteri Lingkungan Hidup untuk Sabtu-Minggu," kata Pramono di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2026).
Pramono mengatakan pelaksanaan CFD pada Sabtu tidak memungkinkan dilakukan secara bersamaan di kedua lokasi tersebut. Pemprov Jakarta mempertimbangkan aktivitas perkantoran, hotel, serta pertokoan yang tetap berlangsung pada akhir pekan.
"Kalau kemudian hari Sabtu kedua-duanya, apakah itu yang diatur oleh pemerintah pusat di Rasuna Said dan apa, di Sudirman-Thamrin ini, tentunya nggak bisa dua-duanya," ucap dia.









