TNI Tangkap Pentolan KKB Weminus Wandik saat Selundupkan Senjata di Bandara Wamena
PAPUA - Pasukan Yon Pasgat Pos Wamena dibawah kendali Kogabwilhan III, menggagalkan pengiriman barang-barang berbahaya milik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)/ TPNPB-OPM. Pelaku menyelundupkan melalui paket kiriman kargo dari Bandara Sentani Jayapura Papua ke Bandara Wamena Jayawijaya Papua Pegunungan.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan, Pasukan Yon Pasgat Pos Wamena mendapatkan info dari Pasukan Yon 462 Pasgat Pos Jayapura, terkait keberadaan satu paket mencurigakan.
Paket tersebut atas nama Weminus Wandik (W W) yang dikirim Senin, 21 September 2026, dari Sentani menuju Wamena, dengan menggunakan pesawat Cargo Trigana Air.
“Untuk mengelabuhi petugas bandara, W W terbang ke Wamena keesokan harinya, yakni Selasa, 22 September 2026, dengan maskapai berbeda, yakni Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-0758 / SJ-0786,” ujar Lucky Avianto, Kamis (24/9/2026).
“W W kita bekuk saat akan mengambil paket miliknya di Gudang Cargo Trigana Air, dan dari dalam paket kita temukan satu pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, teleskop senapan angin, peredam/silencer, sebilah pisau, 3 ponsel, rantai dan bendera Bintang Kejora ukuran besar,”lanjutnya.
Saat ini kata Lucky, KKB Papua memiliki kemampuan memodifikasi senapan angin menjadi senapan api mematikan, dengan peluru kaliber 5,5 mm.
‘’Tidak sedikit senapan angin modifikasi yang berhasil kami amankan dari kelompok TPNPB-OPM, baik dari tangan mereka langsung maupun tempat persembunyiannya di dalam rimba Papua,” ujarnya.
“Senapan angin modifikasi inilah yang menjadi momok bagi masyarakat di Papua, mengingat TPNPB-OPM acap kali terlihat menggunakan senapan seperti ini sebagai salah satu alat pencabut nyawa orang-orang yang tidak bersalah, yang mereka bunuh dengan begitu kejinya,” sambungnya.
Menurutnya, temuan ini menjadi fakta bahwa TPNPB-OPM saat ini mencoba memasukkan beragam barang yang biasa mereka gunakan untuk meneror masyarakat melalui jalur udara, setelah jalur darat mereka anggap tak lagi ama, setelah dijaga ketat oleh Satgas TNI dibawah kendali Kogabwilhan III.
“Bersama petugas Avsec seluruh bandara di Papua, kami akan semakin memperketat pemeriksaan jalur distribusi pengiriman kargo, untuk mengantisipasi penyelundupan barang-barang berbahaya,” kata Jenderal Kopassus tersebut.
Lucky melanjutkan, pelaku beserta seluruh barang bukti telah diserahkan ke Polsek KP3 Bandara Wamena untuk pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
“Terakhir saya ingatkan kembali kepada seluruh Anggota TPNPB-OPM, dimanapun kalian berada. TNI-Polri bersama seluruh aparat penegak hukum di ufuk timur Indonesia, akan terus mengejar dan menangkap seluruh pelaku kejahatan kemanusiaan di Tanah Papua, baik dalam keadaan hidup atau mati,”ujarnya.
Seluruh personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III akan mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku, di mana Rules of Engagement (ROE) senantiasa dikedepankan untuk memastikan seluruh tindakan prajuritnya tetap profesional dan menjunjung tinggi hukum serta HAM.
“Sebagai Pangkogabwilhan III, saya pastikan Satgas TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas dan terukur ketika berhadapan dengan situasi tertentu, khususnya mendesak, mengingat prinsip salus populi suprema lex esto (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi) senantiasa menjadi pedoman Satgas TNI, terutama dalam menghadapi kekejian OPM,” pungkasnya.









