Anak Tiba-Tiba Jadi Pemarah dan Sering Membangkang? Kenali Penyebabnya
ANAK pastinya pernah menunjukkan sikap marah, menangis, atau menolak aturan yang diberikan orangtua. Perilaku tersebut merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang.
Namun, jika anak tiba-tiba menjadi lebih pemarah, sering membangkang, atau menunjukkan perubahan perilaku yang berlangsung dalam waktu lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, orangtua perlu lebih waspada. Perubahan perilaku pada anak bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Tidak semua perilaku membangkang menandakan adanya gangguan. Namun, beberapa kondisi berikut dapat menjadi penyebab perubahan perilaku pada anak.
Dilansir dari Children’s Mental Health, Berikut Penyebab Anak Menjadi Pemarah dan Sering Membangkang:
1. Sedang Mengalami Stres
Anak juga bisa mengalami stres, meski sering kali tidak mampu mengungkapkannya dengan kata-kata. Tekanan di sekolah, konflik dengan teman, perubahan lingkungan, hingga kehadiran adik baru dapat membuat anak menjadi lebih mudah marah atau sensitif.
2. Pola Tidur yang Kurang Baik
Kurang tidur dapat memengaruhi emosi dan kemampuan anak mengendalikan diri. Anak yang kelelahan cenderung lebih mudah tantrum, sulit berkonsentrasi, dan lebih sering membantah.
3. Perubahan dalam Keluarga
Perceraian orangtua, kehilangan anggota keluarga, pindah rumah, atau perubahan besar lainnya dapat memengaruhi kondisi emosional anak. Sebagian anak mengekspresikan perasaannya melalui perilaku agresif atau menentang.
4. Mencari Perhatian
Terkadang, anak membangkang karena ingin mendapatkan perhatian dari orangtua. Ketika merasa kurang diperhatikan, mereka dapat menunjukkan perilaku negatif sebagai cara untuk menarik respons.
5. Gangguan Perilaku
Jika perilaku marah, membangkang, dan menentang terjadi hampir setiap hari selama berbulan-bulan serta mengganggu hubungan dengan keluarga maupun sekolah, kondisi tersebut bisa menjadi tanda gangguan perilaku, seperti Oppositional Defiant Disorder (ODD).
Anak dengan ODD umumnya lebih sering kehilangan kesabaran, berdebat dengan orang dewasa, menolak aturan, mudah tersinggung, hingga menyalahkan orang lain atas kesalahannya.
Kapan Orangtua Perlu Khawatir?
Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila anak menunjukkan beberapa tanda seperti perubahan perilaku berlangsung selama beberapa minggu atau bulan atau marah muncul hampir setiap hari dan sulit dikendalikan.
Selain itu, sikap anak yang sering melawan guru maupun orangtua, perilaku mulai mengganggu prestasi belajar atau hubungan dengan teman, hingga nak menunjukkan perilaku agresif yang membahayakan diri sendiri atau orang lain juga perlu diwaspadai.
Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin mudah pula penanganannya. Menghadapi anak yang mudah marah membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang tepat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain tetap tenang saat menghadapi anak yang sedang marah, dengarkan alasan anak tanpa langsung menghakimi, hingga t erapkan aturan yang jelas dan konsisten di rumah.










