Menhut bakal Pakai Drone Canggih Awasi Hutan RI dari Pembalakan Liar hingga Tambang Ilegal

Menhut bakal Pakai Drone Canggih Awasi Hutan RI dari Pembalakan Liar hingga Tambang Ilegal

Berita Utama | inews | Selasa, 21 Juli 2026 - 09:23
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kehutanan memperkuat pengawasan kawasan hutan dengan memanfaatkan teknologi drone. Perangkat tersebut akan digunakan untuk mempercepat deteksi pembalakan liar, pembukaan lahan, aktivitas tambang ilegal, hingga titik panas (hotspot).

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menilai pemanfaatan teknologi menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan. Menurut dia, drone mampu membantu petugas memperoleh data sekaligus memetakan kondisi kawasan hutan secara lebih cepat dan akurat.

“Kita butuh teknologi. Drone salah satunya, bagaimana kemudian membantu pasukan darat (Tim UPT Kemenhut) untuk mengidentifikasi problem-problem yang muncul di lapangan,” kata Raja Juli Antoni saat bertemu PT Dirgantara Indonesia di Kantor Kementerian Kehutanan, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, penggunaan drone akan mempercepat proses pemantauan berbagai potensi pelanggaran di kawasan hutan. Hasil pemantauan rutin menggunakan drone juga diharapkan mampu mendeteksi gangguan sejak dini.

Nantinya, data yang diperoleh akan diteruskan kepada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) maupun unit teknis terkait sebagai dasar untuk melakukan tindak lanjut.

Selain mengawasi aktivitas ilegal, Raja Juli mengatakan drone termal juga dapat dimanfaatkan untuk memantau hotspot dan keberadaan satwa di kawasan hutan. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai akan membuat proses pengawasan menjadi lebih efektif.

Di sisi lain, Kementerian Kehutanan akan mengevaluasi seluruh perangkat drone yang sudah dimiliki unit-unit terkait, termasuk bidang planologi serta Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas penggunaan perangkat sebelum memutuskan penambahan atau peningkatan teknologi.

“ini alat yang sudah existing kita evaluasi efisiensinya seperti apa, kalau memang ada pengadaan lagi misalkan apakah mungkin ini bisa mengompensasi atau meng-upgrade apa yang kita sudah miliki,” ujarnya.

Topik Menarik