Formas Pertemukan Pengusaha RI dan China, Bidik Investasi AI hingga Medis

Formas Pertemukan Pengusaha RI dan China, Bidik Investasi AI hingga Medis

Terkini | inews | Senin, 13 April 2026 - 15:40
share

JAKARTA, iNews.id - Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) memfasilitasi pertemuan antara pengusaha Indonesia dan delegasi pengusaha asal China yang bergerak di bidang teknologi informasi (IT), artificial intelligence (AI), dan medis. Pertemuan itu berlangsung pada Senin (13/4/2026) di Gedung RRI, Jakarta Pusat.

Kegiatan bertajuk 'Temu Pengusaha Nasional dan Tiongkok untuk Indonesia Emas' ini mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara untuk menjajaki peluang investasi dan kolaborasi teknologi, khususnya dalam pengembangan AI di Indonesia.

Pimpinan Divisi Bisnis Formas sekaligus Direktur Utama FMS Global Investama, David Sebastian, mengatakan pertemuan ini menjadi ajang business pitching antara pengusaha China dan Indonesia untuk menggarap sebuah proyek strategis.

"Kita coba bersinergi bersama, ada kolaborasi bersama, berpartisipasi bersama untuk proyek-proyek strategis yang ada di Indonesia, termasuk di bidang medis, di bidang AI, teknologi, dan sebagainya," ujarnya.

Ia menilai perkembangan AI yang semakin kompleks menuntut Indonesia untuk tidak tertinggal dari negara lain. Karena itu, kerja sama lintas negara menjadi penting untuk mempercepat adopsi teknologi.

"Apabila kita ketinggalan, kita akan ketinggalan dari negara-negara lain. Itu sebabnya kita butuh kerja sama dengan pengusaha-pengusaha teknologi AI dari negeri China, maupun juga dari negeri US, ataupun dari negara mana pun juga yang penting memiliki kemampuan di bidang AI. Kita akan ajak kolaborasi bersama," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Formas menargetkan terbangunnya kecocokan atau chemistry antara investor asing dan pelaku usaha dalam negeri. Menurut David, masing-masing negara memiliki keunggulan dan potensi yang bisa disinergikan.

Ia mengungkapkan, delegasi Tiongkok yang hadir berjumlah 19 orang yang mewakili 10 perusahaan terkemuka di bidang medis dan teknologi AI.

"Di Indonesia kita memiliki talenta, kita juga memiliki sumber daya, dan kita bisa saling berkolaborasi untuk gimana caranya segala kelebihan kita itu bisa disinergikan dan menjadi satu kekuatan yang baru di dunia AI," jelasnya.

Terkait dukungan pemerintah, David menegaskan bahwa investasi asing di sektor teknologi, termasuk AI, mendapat respons positif. Formas juga menempatkan diri sebagai platform untuk menjembatani investor asing masuk ke pasar Indonesia sekaligus mendorong pemberdayaan pelaku usaha lokal, termasuk UMKM.

"Dengan kolaborasi dengan pengusaha-pengusaha Indonesia, yuk kita coba sama-sama kita bisa mensejahterakan UMKM di Indonesia, kita bisa membantu banyak UMKM di Indonesia untuk menguasai AI. Dan begitu juga dengan AI kita bisa memberikan kesempatan kerja dan juga kemakmuran bagi banyak sahabat-sahabat kita, saudara-saudara kita di negeri tercinta ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Formas Yohanes Handojo Budhisedjati mengatakan kolaborasi internasional menjadi bagian dari upaya organisasi dalam memperkuat berbagai sektor strategis nasional.

"Di Formas ini ada banyak divisi. Hari ini divisi bisnis yang sedang mencoba berkolaborasi dengan mancanegara, dalam hal ini hari ini adalah dari Tiongkok ya. Divisi bisnis juga sedang menjalin kolaborasi dengan pihak Jepang, dengan India, Australia, dan Amerika," katanya.

Ia menambahkan, Formas memiliki berbagai divisi seperti pendidikan, energi terbarukan, dan lingkungan yang diarahkan untuk mendukung program pemerintah.

"Ini kita dorong agar betul-betul Formas ini dapat terus menjalankan fungsi kita monitoring dan penguatan pada program-program Bapak Presiden," pungkasnya.

Topik Menarik