Aset Bank Syariah Nasional (BSN) Capai Rp76 Triliun di Kuartal I-2026
IDXChannel - Bank Syariah Nasional (BSN) mencatatkan aset mencapai Rp76 triliun pada kuartal I-2026 meski baru resmi beroperasi penuh sebagai hasil spin-off dari Bank Tabungan Negara (BTN) pada Desember 2025.
Wakil Direktur Utama BSN, Arga M. Nugraha mengungkapkan, rasa optimisnya terhadap performa awal tahun ini. Walaupun data final masih dalam tahap audit, tren pertumbuhan aset menunjukkan grafik yang terus meningkat.
“Sekitar Rp76 triliun dan masih naik. Kami cukup optimistis tetap menjadi nomor dua di level bank syariah nasional,” ujar Arga di sela-sela peresmian BTN Loan Factory Bekasi, Senin (13/4/2026).
Arga menjelaskan, meski angka-angka tersebut belum diaudit sepenuhnya, manajemen menyambut baik hasil kinerja yang dicapai sebagai entitas mandiri yang baru.
“Untuk angka yang belum diaudit, kami tutup dengan hasil yang alhamdulillah baik,” tambahnya.
Pemain Timnas Indonesia Kevin Diks Prihatin FC Copenhagen Berjuang di Playoff Degradasi Liga Denmark
Saat ini, BSN memilih untuk tidak bersikap agresif dalam melakukan ekspansi. Fokus utama manajemen adalah memperkuat pondasi internal pasca-pemisahan, mulai dari penyelarasan proses bisnis, penguatan organisasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Strategi ini diambil untuk memastikan bahwa transformasi perusahaan tidak mengganggu kualitas layanan bagi nasabah setia.
“Transformasi tetap jalan, tapi layanan ke nasabah juga harus tetap terjaga,” kata Arga.
Posisi BSN sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia sebenarnya sudah terlihat sejak masih berstatus Unit Usaha Syariah (UUS) BTN.
Sebelum resmi berdiri sendiri, kinerja lini syariah ini memang sangat impresif di antaranya pembiayaan (per September 2025) tumbuh 19,7 persen menjadi Rp51,1 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 19,3 persen mencapai Rp56,9 triliun, dan aset (per November 2025) melonjak menjadi Rp71,3 triliun setelah melakukan penggabungan dengan Bank Victoria Syariah.
Dengan modal aset yang kini menyentuh Rp76 triliun, BSN semakin memperkokoh eksistensinya di pasar keuangan syariah nasional. Langkah hati-hati yang diambil saat ini diharapkan dapat menjadi ancang-ancang bagi perseroan untuk melakukan ekspansi yang lebih masif di masa mendatang setelah seluruh proses transisi rampung.
(Febrina Ratna Iskana)










