Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp16.876 per Dolar AS

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp16.876 per Dolar AS

Terkini | inews | Jum'at, 6 Februari 2026 - 15:39
share

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan, Jumat (6/2/2026). Rupiah terkoreksi 34,5 poin atau sekitar 0,20 persen ke level Rp16.876 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menuturkan, pelemahan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Iran dijadwalkan bertemu di Oman pada Jumat sore di tengah meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah, setelah Washington mengerahkan setidaknya dua armada angkatan laut di wilayah tersebut.

"Pasar berharap bahwa pembicaraan antara Teheran dan Washington akan membantu meredakan beberapa ketegangan dan mencegah perang yang lebih luas," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Namun, AS dan Iran terlihat berbeda pendapat mengenai subjek pembicaraan, di mana Iran menolak seruan AS untuk membahas persenjataan rudalnya dan menyatakan bahwa diskusi hanya akan terbatas pada pembahasan ambisi nuklir Teheran. Iran adalah produsen minyak utama, dan terletak di sebelah Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia untuk minyak mentah.

Selain itu, data pemutusan hubungan kerja Challenger menunjukkan perusahaan-perusahaan AS memangkas jumlah karyawan pada bulan Januari dengan laju tercepat sejak resesi besar tahun 2009. 

Data lain menunjukkan peningkatan klaim pengangguran mingguan yang lebih besar dari perkiraan, sementara data lowongan kerja untuk bulan Desember juga di bawah ekspektasi.

Dari sentimen domestik, Lembaga pemeringkat, Moody’s Ratings menurunkan rating outlook atau prediksi utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat utang Indonesia dipertahankan di level layak investasi alias investment grade. 

Perubahan ini mencerminkan kebijakan yang makin sulit ditebak, kekhawatiran terhadap tata kelola, dan meningkatnya ketidakpastian yang bisa mempengaruhi kepercayaan investor.

Apabila kondisi ini terus berlanjut, Moody’s memperkirakan akan menggerus kepercayaan terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia yang telah lama dibangun. Meski begitu, Moody’s tetap mempertahankan rating Indonesia di Baa2. Artinya, Indonesia masih tergolong di kelompok investment grade.

Selain itu, posisi cadangan devisa Indonesia menurun pada Januari 2026, mencapai 154,6 miliar dolar AS, atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 156,5 miliar dolar AS.

Penurunan ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons BI dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. 

Meski turun, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.870-Rp16.920 per dolar AS. Menurut Ibrahim, untuk pekan depan rupiah berpotensi dalam rentang Rp16.750- Rp17.200.

Topik Menarik