Anti Mati Gaya, AI di Asus Laptop ProArt P14 dan P16 Tetap Jalan Tanpa Internet
Petani di UPT Keladen, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dulu mengandalkan pisang kepok sebagai sumber penghasilan. Namun sejak 2025, tanaman itu terserang jamur dan rusak. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Bandung (ITB) lalu mengajak warga beralih mengolah singkong yang melimpah di sana menjadi tepung mocaf, yaitu tepung singkong yang difermentasi.
Selama ini singkong dijual mentah dengan harga murah, yaitu sekitar dua ribu rupiah per kilogram. Mengolah singkong menjadi tepung mocaf menjadi solusi karena membuat nilai jual singkong naik, tepung lebih tahan lama disimpan, serta bisa dipakai sendiri oleh warga tanpa harus membeli terigu ke pasar. Baca juga:Kementrans Dorong Kawasan Transmigrasi Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Partini, warga UPT Keladen, mengaku sebelumnya tidak tahu cara mengolah singkong menjadi produk bernilai lebih. “Waktu harga singkong mulai turun, singkong hanya dijual dalam bentuk mentah. Kita baru kenal mocaf sekarang, di saat harga singkong anjlok. Setelah diolah, semoga harganya bisa meningkat,” katanya, Jumat (25/9/2026)
TEP ITB mengajarkan cara membuat tepung mocaf lewat pelatihan bersama kader PKK dan warga setempat. Caranya sederhana: singkong dipotong, direndam tertutup selama dua hari dengan air ragi, dijemur sampai kering, lalu ditumbuk halus. Alatnya pun cuma peralatan dapur biasa, seperti pisau, ember, terpal, dan nyiru.
Tepung yang dihasilkan terbukti berkualitas, halus, dan tidak berbau singkong, bahkan langsung dipraktikkan untuk membuat adonan gorengan bersama warga. Indri Nurhidayah anggota TEP ITB mengungkapkan bahwa tepung mocaf pengolahannya cukup mudah dan dapat dijadikan produk unggulan desa.“Tepung mocaf tidak hanya mempunyai potensi ekonomi, tetapi juga mempunyai potensi sebagai alternatif tepung terigu yang sulit diperoleh warga UPT karena jarak tempuh ke pasar yang jauh. Selain itu, pengolahannya cukup mudah dan peserta pelatihan sangat antusias untuk mengembangkan tepung mocaf sebagai salah satu produk unggulan di desa mereka”, ujarnya.
Hasil olahan tepung mocaf ini telah dipamerkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Keladen agar resmi diangkat menjadi produk unggulan UMKM desa. Program ini diharapkan terus berkembang dengan dukungan dari Disnakertrans Kabupaten Paser.
Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan, menjadikan masyarakat lokal sebagai subjek pembangunan. "Ketika masyarakat mulai melihat perubahan nyata dan manfaatnya, maka penerimaan itu tumbuh dengan sendirinya. Semua dilakukan secara bertahap dan pelan-pelan, sesuai perkembangan zaman," ungkapnya usai diskusi The Yudhoyono Institute bertema Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan, dan Ekonomi Global di Hotel Sahid, Minggu (13/4/2026).
Menurut Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, hadirnya peserta Tim Ekspedisi Patriot dari perguruan tinggi terbaik Indonesia diharapkan mampu mengidentifikasi serta memetakan keunggulan tiap wilayah secara spesifik.
“Kita ingin memetakan potensi wilayah. Misalnya di suatu daerah punya potensi pertanian atau perkebunan, mungkin di daerah yang lain potensinya adalah pariwisata, ekonomi kreatif. Di tempat yang lain industri, hilirisasi, dan lain-lain. Jadi itu semua bisa kita analisa dengan baik, kemudian dilaporkan langsung dari lapangan oleh para mahasiswa-mahasiswi tadi”, ungkap AHY saat pelepasan Tim Ekspedisi Patriot, Rabu (29/7/2026). Baca juga:Peneliti UNEJ: Gipsum Puger dan Pati Singkong Bantu Regenerasi Tulang Rahang
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia berakar pada ekonomi desa dan ekonomi kerakyatan. “Kita ingat waktu krisis 98, krisis moneter, bank-bank besar tutup, perusahaan-perusahaan besar bangkrut. Banyak yang jual, tapi ekonomi desa, ekonomi kerakyatan justru tetap kuat, kokoh yang menyelamat kita justru adalah UMKM dan ekonomi kerakyatan. Karena itu, konektivitas antara desa harus baik,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).







