Google Play Kecolongan Lagi, WhatsApp Tiruan Diunduh 500.000 Kali

Google Play Kecolongan Lagi, WhatsApp Tiruan Diunduh 500.000 Kali

Teknologi | sindonews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:11
share

Aplikasi tiruan WhatsApp telah diunduh lebih dari 500.000 kali dan masih tersedia di Google Play. Sasarannya aplikasi berpengguna miliaran, sementara program Early Access membuat calon pengguna tak punya ulasan sebagai pembanding.

Aplikasi tiruan WhatsApp telah diunduh lebih dari 500.000 kali di Google Play dan masih tersedia saat laporan terbit. Daftar palsu itu memakai nama, tangkapan layar, dan deskripsi resmi WhatsApp.

Temuan ini berawal dari seorang pengguna Reddit yang mencari WhatsApp di Play Store, Jumat (16/10/2026). Pengembangnya tercatat sebagai Agment Assets sallu, dengan akun tanpa aplikasi lain. Google Play mencatat aplikasi itu dipublikasikan bulan lalu.

Target yang Gemuk

Aplikasi yang ditiru bukan sembarang aplikasi. Menurut Search Engine Land dan Resourcera, WhatsApp memiliki 3,3 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia pada 2026. Sekitar 2,3 miliar orang membukanya setiap hari.India menjadi pasar terbesar dengan 853,8 juta pengguna, disusul Brasil, Indonesia, dan Amerika Serikat yang tercatat 100 juta pengguna.

Kelompok milenial mendominasi dengan 36,4 persen pengguna, sementara usia 26-35 tahun menyumbang 27 persen. Secara jenis kelamin, pengguna pria sebesar 52,4 persen dan perempuan 47,5 persen.

Aktivitasnya pun masif. Menurut Infobip, pengguna mengirim lebih dari 150 miliar pesan teks dan 7 miliar pesan suara setiap hari. Basis sebesar itu menjadikan nama WhatsApp umpan yang mudah dikenali.

Tanpa Jejak Ulasan

Aplikasi tiruan itu memakai program Early Access. Firma keamanan Bitdefender belum lama ini menjelaskan bahwa aplikasi di program tersebut tidak memiliki ulasan pengguna publik. Akibatnya, calon pengguna sulit mengenali daftar mencurigakan sebelum memasangnya.Google Play sebelumnya juga menghadapi masalah serupa. Aplikasi Google Chrome palsu dilaporkan menembus 100.000 unduhan sebelum akhirnya dihapus.

Di sisi lain, laporan awal mencatat aplikasi resmi WhatsApp tetap muncul lebih dulu, baik di ponsel maupun di web. Namun, aplikasi tiruan itu dilaporkan sempat tampil sebagai hasil pencarian berbayar bagi sebagian pengguna.

Terlepas dari nasib aplikasi tersebut, ada satu masalah yang belum teratasi. Di tengah jutaan orang yang mengandalkan WhatsApp setiap hari, keaslian sebuah aplikasi masih harus dinilai dari nama dan tampilannya.

Topik Menarik