Lantik Pengurus Pusat Periode 20252029, ILKI Komitmen Perkuat Peran Laboratorium

Lantik Pengurus Pusat Periode 20252029, ILKI Komitmen Perkuat Peran Laboratorium

Nasional | sindonews | Sabtu, 7 November 2026 - 20:43
share

Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI) resmi melantik Pengurus Pusat periode 2025–2029. Pelantikan dilakukan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maria Endang Sumiwi di Jakarta.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi ILKI untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan laboratorium kesehatan di Indonesia, sekaligus mengambil peran lebih aktif dalam mendukung agenda transformasi kesehatan nasional.

“Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini fokus pada percepatan enam pilar Transformasi Kesehatan, dengan Transformasi Pelayanan Kesehatan Primer sebagai salah satu pilar utama yang didukung oleh Transformasi Teknologi Kesehatan,” ujarnya, Sabtu (7/11/2026).

Baca juga: Kemenkes Ungkap 186.629 Orang Dewasa dan 34.961 Anak di Indonesia Alami Depresi

Maria menegaskan, laboratorium kesehatan bukan sekadar fasilitas penunjang medis, melainkan merupakan benteng utama diagnostik dan garda depan sistem kewaspadaan dini kesehatan masyarakat. Keputusan klinis yang akurat, pencegahan penyakit yang presisi, hingga respons cepat terhadap ancaman penyakit menular maupun tidak menular sangat bergantung pada kualitas dan ketepatan layanan laboratorium.Dalam konteks penguatan pelayanan kesehatan primer dan komunitas, integrasi jejaring laboratorium kesehatan, mulai dari Puskesmas, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), hingga laboratorium swasta dan mandiri, menjadi kunci untuk memastikan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia memperoleh akses layanan diagnostik yang bermutu, cepat, dan terjangkau.

Lihat video: Kemenkes Rilis SATUSEHAT RME, Integrasikan Data Medis 280 Juta Warga

Kemenkes menyampaikan tiga harapan utama kepada Pengurus Pusat ILKI yang baru dilantik, yaitu memperkuat sinergi dan standardisasi mutu pelayanan. ILKI diharapkan terus membina dan mengawal laboratorium kesehatan anggotanya agar senantiasa memenuhi standar mutu, keselamatan pasien, serta persyaratan akreditasi yang berlaku.

“ILKI diharapkan turut mendorong interoperabilitas data laboratorium medis dengan platform digital kesehatan nasional Satusehat, guna mewujudkan integrasi data kesehatan Indonesia yang akurat dan real-time,” ujarnya.

ILKI juga diharapkan dapat berkolaborasi aktif dengan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas laboratorium di tingkat primer dan komunitas, serta lanjutan sehingga deteksi dini penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Ketua Umum Pengurus Pusat ILKI periode 2025–2029, Purwanto menyampaikan ILKI memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing dan meningkatkan kapasitas anggotanya. Tanggung jawab tersebut mencakup pendampingan pendirian laboratorium, pelaksanaan akreditasi, konsultasi manajemen laboratorium, serta pembinaan pelaksanaan pemantapan mutu internal dan eksternal laboratorium.“Saya berharap kepengurusan baru dapat menjadi wadah yang mampu menangkap dan memperjuangkan aspirasi anggota, sekaligus berpartisipasi aktif dalam membantu pemerintah dan masyarakat serta membangun kerja sama dengan organisasi-organisasi lain yang memiliki bidang dan tujuan sejenis,” katanya.

Untuk menjalankan amanah kepemimpinan selama empat tahun ke depan, Purwanto menyampaikan beberapa strategi utama, yaitu membangun jajaran pengurus yang visioner, mengembangkan cabang-cabang ILKI di berbagai wilayah Indonesia, memberdayakan seluruh pemangku kepentingan dan anggota, serta memelihara, mempertahankan, dan mengembangkan kemampuan manajerial para pimpinan laboratorium klinis.

Melalui kepengurusan periode 2025–2029, ILKI diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai organisasi asosiasi dan wadah pembinaan laboratorium kesehatan yang mampu menjembatani kepentingan anggota, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan industri dan pelayanan kesehatan.

Transformasi teknologi laboratorium tidak hanya membutuhkan ketersediaan teknologi diagnostik yang inovatif, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia, standardisasi mutu, tata kelola laboratorium yang baik, serta integrasi sistem informasi kesehatan.

“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, ILKI menyelenggarakan kegiatan continuing profesional development dan berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun ekosistem laboratorium kesehatan Indonesia yang berkualitas, terintegrasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Topik Menarik