Pertamina Fasilitasi 857 UMK Naik ke Tahap Nasional UMK Academy 2026

Pertamina Fasilitasi 857 UMK Naik ke Tahap Nasional UMK Academy 2026

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 7 November 2026 - 20:58
share

Sebanyak 857 usaha mikro dan kecil (UMK) binaan Pertamina berhasil lolos ke tahap nasional Pertamina UMK Academy 2026 setelah melewati rangkaian pembinaan regional sejak September 2026. Para pelaku usaha tersebut dipilih dari lebih dari 1.500 peserta di seluruh Indonesia untuk memperkuat manajemen, digitalisasi, dan perluasan pasar usahanya.

"Melalui Pertamina UMK Academy, kami ingin memastikan UMKM memiliki kapabilitas dan kualitas yang semakin baik, tidak hanya untuk produk, namun juga untuk manajemen bisnisnya," ujar Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto dalam keterangan resmi, Sabtu (7/11/2026).

Baca Juga:UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026

Rudi menjelaskan, Pertamina UMK Academy merupakan program inkubasi yang memberikan pelatihan dan pendampingan agar usaha lokal bertumbuh, meningkatkan kualitas dan daya saing, serta memperoleh eksposur pasar yang lebih luas. Program ini dirancang untuk mendorong UMK menjadi usaha modern, tangguh, mandiri, kreatif, dan berdaya saing.

Selama tahap regional, Pertamina menggelar 43 sesi pelatihan di 10 wilayah, melampaui target awal 40 sesi atau mencapai 108 persen. Kegiatan pembinaan juga mencakup 11 pameran serta lebih dari 600 kali pendampingan secara daring maupun kunjungan langsung.

Dari 857 UMK yang lolos, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wilayah dengan peserta terbanyak, yaitu 135 UMK dari 211 peserta. Posisi kedua ditempati Jawa Timur dengan 129 UMK dari 215 peserta, sementara Bali dan Nusa Tenggara mencatat tingkat kelulusan tertinggi sebesar 60,9 persen.

Baca Juga:Omzet Produk UMKM di Jaringan Toko SRC Tembus Rp12,9 Triliun

Dari sisi sektor usaha, kuliner atau makanan dan minuman mendominasi dengan 483 UMK atau 56,4 persen dari total peserta yang lolos. Sektor fesyen dan wastra menyumbang 169 UMK atau 19,7 persen, sedangkan kerajinan dan perhiasan mencatat 159 UMK atau 18,6 persen.

Memasuki tahap nasional hingga Desember 2026, peserta akan menjalani pembinaan lanjutan melalui penilaian enam aspek, yakni pemasaran dan pasar, keuangan, operasional dan sumber daya manusia, legalitas, digitalisasi, serta uji pasar dan produk. Hasil penilaian menjadi dasar pengelompokan peserta ke dalam empat kelas, yaitu Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyatakan, penguatan UMK merupakan bagian dari kontribusi Pertamina dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kami berharap UMK mitra Pertamina tidak hanya tumbuh dari sisi omzet dan kualitas produk, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi di daerahnya,” ujarnya.

Topik Menarik