Harga Emas Dunia Turun ke Level Terendah 2 Bulan

Harga Emas Dunia Turun ke Level Terendah 2 Bulan

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:54
share

IDXChannel - Harga emas dunia turun ke level terendah dalam dua bulan pada Rabu (7/10/2026), tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil US Treasury yang mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga emas spot turun 1,28 persen menjadi USD4.110,39 per troy ons, sekaligus menyentuh level terendah sejak 5 Agustus.

Indeks dolar AS menguat 0,4 persen sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun berada di level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.

Pasar secara umum memperkirakan Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini.

Namun, pasar masih memperhitungkan peluang sebesar 85 persen untuk kenaikan suku bunga pada Desember, berdasarkan CME FedWatch Tool.

“Menurut saya, pesannya adalah suku bunga akan tetap lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama (higher for longer). Kondisi tersebut menopang imbal hasil dan dolar,” kata Vice President sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, seperti dikutip Reuters.

Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City Jeff Schmid mengatakan bahwa upaya menekan inflasi mungkin memerlukan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly juga mengatakan arah kebijakan moneter akan bergantung pada perkembangan tekanan inflasi.

Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Pejabat The Fed juga terpecah terkait alasan untuk menaikkan suku bunga pada bulan lalu.

Risalah pertemuan September menunjukkan bahwa sebagian peserta menilai kenaikan suku bunga diperlukan untuk membatasi dampak guncangan harga energi dan komoditas lainnya.

Sementara itu, kelompok yang lebih hawkish menilai kenaikan suku bunga diperlukan untuk mengantisipasi munculnya inflasi yang didorong oleh permintaan.

Di sisi lain, bank sentral China meningkatkan pembelian emas pada September, sekaligus memperpanjang tren pembelian tersebut menjadi 23 bulan berturut-turut, berdasarkan data resmi.

“Permintaan emas dari bank sentral menjadi faktor utama yang menopang harga. Saya pikir kita mungkin melihat satu kali pengujian lagi ke sisi bawah, mungkin hingga USD4.000, sebelum kemudian pulih menuju akhir tahun dengan potensi mencapai USD4.400,” kata Grant. (Aldo Fernando)

Topik Menarik