Liburan Makin Banyak Pilihan, Indonesia Jadi Andalan Utama Accor di Asia

Liburan Makin Banyak Pilihan, Indonesia Jadi Andalan Utama Accor di Asia

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 6 November 2026 - 11:31
share

Memilih penginapan kini menjadi bagian penting dalam merancang pengalaman liburan. Sebagian wisatawan mencari hotel nyaman dengan harga terjangkau. Lainnya mengutamakan fasilitas premium atau pengalaman menginap berbeda. Keragaman kebutuhan tersebut ikut mendorong perkembangan industri akomodasi Asia. Accor merespons tren ini melalui ekspansi jaringan hotel di berbagai destinasi.

Hingga 30 September 2026, sebanyak 30 proyek hotel baru telah ditandatangani. Pengembangan tersebut mewakili 7.698 kamar di 12 negara Asia. Indonesia menjadi pasar terbesar dengan 13 proyek dan lebih dari 2.800 kamar. Lokasinya mencakup Jakarta, Bali, Batam, dan Yogyakarta. Keempat destinasi tersebut menawarkan karakter perjalanan berbeda bagi wisatawan.

Bali menarik bagi pencari pengalaman wisata dan liburan resor. Batam menawarkan alternatif perjalanan singkat, termasuk wisata bahari dan lintas negara. Yogyakarta memiliki kekayaan budaya, sejarah, serta wisata kuliner. Sementara itu, Jakarta menjadi pilihan untuk perjalanan perkotaan dan bisnis. Perluasan jaringan akomodasi berpotensi memperkaya pilihan menginap di destinasi tersebut.

Chief Development Officer Asia Accor, Andrew Langdon, melihat prospek pertumbuhan di kawasan terbuka lebar. Ia menyebut 2026 berpotensi menjadi tahun keempat rekor pertumbuhan berturut-turut. Langdon juga menyoroti meningkatnya minat pemilik properti terhadap jaringan perhotelan internasional. "Semakin banyak pemilik properti melihat nilai bergabung dengan platform perhotelan yang kuat," ujarnya.

Dari sisi kategori, hotel kelas menengah mendominasi pengembangan jaringan. Sebanyak 16 proyek menyumbang lebih dari 3.600 kamar. Tribe, Mercure, Novotel, dan Handwritten Collection masuk kategori ini. Segmen premium menambah tujuh hotel dengan lebih dari 2.200 kamar. Adapun kategori ekonomi mencatat lima hotel dengan 1.200 kamar, dipimpin ibis Styles.

Pilihan akomodasi juga berkembang mengikuti gaya perjalanan generasi baru. Greet, merek hotel ekonomi berkonsep gaya hidup, memulai debut Asia di Bangkok. Accor juga menyiapkan Jo&Joe dengan konsep hostel modern. Alternatif ini menyasar wisatawan yang mengutamakan fleksibilitas dan pengalaman sosial. Dengan demikian, pilihan penginapan tidak lagi terbatas pada hotel konvensional.

Tren lainnya tampak melalui pengembangan hunian bermerek. Proyeknya mencakup Raffles Residences Bali, SLS Residences Phuket Kamala, dan SLS Residences Bangkok Sukhumvit 24. Malaysia juga memiliki proyek Mercure Living Genting Highlands. Seluruhnya dikembangkan melalui platform Accor One Living. Model ini memadukan konsep hunian dengan ekosistem layanan perhotelan.

Topik Menarik