Viral Perempuan Ngaku Alami Pelecehan Seksual saat Sport Massage di GBK, Ceritanya Memilukan!

Viral Perempuan Ngaku Alami Pelecehan Seksual saat Sport Massage di GBK, Ceritanya Memilukan!

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 6 November 2026 - 11:35
share

JAKARTA, iNews.id - Unggahan seorang perempuan di Threads mengenai dugaan pelecehan seksual saat menjalani sport massage menjadi perhatian warganet. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 18 Oktober 2026.

Melalui akun Threads @litaambrsr, perempuan tersebut mengingatkan para pelari, terutama perempuan, agar lebih berhati-hati dalam memilih coach maupun tenaga profesional yang memberikan layanan kesehatan dan pemulihan fisik, seperti fisioterapis hingga terapis pijat olahraga.

Dia mengungkapkan, kejadian itu bermula ketika dirinya membuat janji untuk menjalani sport massage pada 18 Oktober 2026. Saat itu, dia mengeluhkan masalah pada bagian kaki dan punggung. Pertemuan dengan terapis berlangsung sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan GBK.

Namun, selama menjalani treatment, dia mulai merasakan kejanggalan. Salah satunya ketika terapis meminta dirinya melepas kaitan bra, terlebih sesi pemijatan berlangsung di area terbuka.

Menurut pengakuannya, ketika terapis memijat bagian punggung dan pundak, tangannya kemudian bergerak ke area dada hingga meraba sisi payudaranya dari atas ke bawah beberapa kali.

Meski merasa tidak nyaman, dia mengaku mengikuti arahan terapis karena menganggap orang tersebut lebih memahami prosedur pemijatan.

Dia juga menyebut terapis tidak memberikan penjelasan mengenai alasan pemijatan di area dada, padahal keluhan yang disampaikan sebelumnya berada di bagian punggung.

"Tangan (terapis) berlanjut ke dada dan meraba sisi payudara saya dari atas ke bawah selama beberapa repetisi," demikian penggalan pengakuannya, dikutip Jumat (6/11/2026).

Perempuan tersebut mengatakan terapis sempat meminta maaf, kemungkinan setelah menyadari dirinya terkejut. Namun, tindakan pemijatan tetap berlanjut.

Setelah sesi selesai, terapis kembali menyampaikan permintaan maaf. Sementara itu, dia mengaku sudah tidak bisa berkonsentrasi dan hanya ingin segera meninggalkan lokasi.

Melalui unggahan yang kemudian ramai diperbincangkan, dia mempertanyakan apakah perlu mempublikasikan pengalaman tersebut. Alasannya, dia tidak ingin ada perempuan lain yang mengalami kejadian serupa.

Pengalaman ini sekaligus menjadi pengingat bagi para pelari untuk lebih memperhatikan keamanan dan batasan pribadi ketika menjalani layanan pemulihan fisik. Setiap prosedur seharusnya disertai penjelasan yang jelas, persetujuan dari klien, serta penghormatan terhadap kenyamanan tubuh.

Topik Menarik