Penderita Diabetes Boleh Konsumsi Stevia? Ini Penjelasan Dokter

Penderita Diabetes Boleh Konsumsi Stevia? Ini Penjelasan Dokter

Gaya Hidup | okezone | Jum'at, 6 November 2026 - 08:05
share

STEVIA menjadi salah satu alternatif pemanis pengganti gula pasir yang banyak dipilih masyarakat, termasuk penderita diabetes. Pemanis yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana ini dikenal memiliki tingkat kemanisan tinggi dengan kandungan kalori yang sangat rendah.

Namun, apakah penderita diabetes benar-benar boleh mengonsumsi stevia? dr. Amadea Hasian, Sp.GK yang merupakan Spesialis Gizi Klinik dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone mengatakan penggunaan stevia sebagai pengganti gula pada dasarnya diperbolehkan, selama produk yang digunakan aman, memiliki komposisi yang jelas, dan dikonsumsi sesuai takaran.

Meski demikian, kebutuhan setiap penderita diabetes berbeda-beda. Kondisi kesehatan, kadar gula darah, hingga kebutuhan nutrisi masing-masing orang perlu menjadi pertimbangan sebelum memilih alternatif pemanis.

1. Stevia Bisa Menjadi Alternatif Pengganti Gula Pasir

dr. Amadea mengatakan stevia dapat menjadi pilihan bagi penderita diabetes yang ingin mengurangi konsumsi gula pasir. Berbeda dengan gula biasa, glikosida steviol sebagai senyawa pemanis utama dalam stevia memiliki tingkat kemanisan jauh lebih tinggi dengan kontribusi kalori yang sangat rendah.

Karena tingkat kemanisannya tinggi, penggunaan stevia juga tidak membutuhkan takaran sebanyak gula pasir. Menurut dr. Amadea, penggunaan stevia dalam jumlah kecil, misalnya satu tetes untuk produk cair tertentu, dapat memberikan rasa manis tanpa menambahkan gula seperti ketika menggunakan gula pasir.

Dengan demikian, stevia dapat membantu mengurangi asupan gula tambahan apabila digunakan sebagai pengganti gula biasa. Namun, konsumen tetap perlu memperhatikan komposisi produk karena tidak semua pemanis berlabel stevia memiliki kandungan yang sama.

2. Apakah Stevia Bisa Menyebabkan Gula Darah Naik?

Salah satu alasan stevia banyak digunakan sebagai alternatif gula adalah karena glikosida steviol tidak memberikan kontribusi gula seperti sukrosa atau gula pasir. Karena itu, stevia murni umumnya tidak menyebabkan lonjakan gula darah seperti konsumsi gula biasa.

Meski demikian, konsumen perlu memperhatikan kandungan produk secara keseluruhan. Beberapa produk stevia dapat mengandung bahan tambahan atau bahan pengisi yang memiliki kandungan karbohidrat. Oleh sebab itu, penderita diabetes disarankan membaca daftar komposisi dan informasi nilai gizi sebelum mengonsumsi produk pemanis.

 

3. Jangan Hanya Mengandalkan Stevia, Pola Makan Tetap Harus Dijaga

Meski boleh digunakan sebagai alternatif pemanis, bukan berarti penderita diabetes bisa mengabaikan pola makan sehari-hari. Menurut dr. Amadea, penggunaan stevia saja tidak cukup untuk menjaga kadar gula darah apabila konsumsi makanan lainnya masih tidak terkontrol.

Misalnya, seseorang sudah mengganti gula pasir dengan stevia, tetapi masih sering mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan, tepung-tepungan, dan makanan tinggi gula. Kondisi tersebut tetap dapat memengaruhi kadar gula darah.

Karena itu, pengelolaan diabetes tidak hanya berfokus pada jenis pemanis yang digunakan, tetapi juga perlu memperhatikan keseluruhan makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

“Setiap orang beda ya untuk penyakit diabetes. Kita enggak tahu kondisinya sudah seperti apa, bagaimana kebutuhan makannya,” ujar dr. Amadea.

“Tapi kalau mau menggunakan alternatif gula nih kayak stevia, kalau memang stevianya sudah sesuai dan produknya aman, itu untuk 1 tetes saja kalori dan kandungan gulanya tuh tidak setinggi lonjakan kalau kita makan dengan gula pasir biasa,” lanjutnya.

“Jadi kalau dikatakan boleh atau tidak, boleh sebagai alternatif. Tapi tetap untuk diabetes sendiri harus memperhatikan makanan hariannya. Jangan, ‘Oh boleh nih aku minumnya stevia,’ tapi makan makannya masih tepung-tepungan olahan dan lainnya, sama aja jadinya,” tutupnya.

Topik Menarik