SGU Gandeng Universitas Tiongkok Siapkan SDM Kompeten dan Berdaya Saing Global

SGU Gandeng Universitas Tiongkok Siapkan SDM Kompeten dan Berdaya Saing Global

Nasional | sindonews | Selasa, 3 November 2026 - 22:07
share

Swiss German University (SGU) bersama Nanjing Vocational University of Industry Technology (NJUIT) Tiongkok menyelenggarakan pelatihan “Chinese Language + Smart Manufacturing” di kampus SGU, The Prominence Tower Alam Sutera, Tangerang, 25–29 Oktober 2026.

Kegiatan ini diikuti sekitar 60 dosen dan mahasiswa SGU dari Program Studi Mechatronics dan Teknik Industri untuk mempelajari perkembangan teknologi manufaktur cerdas sekaligus bahasa Mandarin dalam konteks profesional.

Program ini menjadi bagian dari upaya kedua universitas dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global.

Baca juga: SGU Dorong Pengembangan Inovasi Teknologi Pangan

Rektor SGU Assoc Prof Dr Dipl-Ing Samuel P Kusumocahyo mengatakan, pengembangan kompetensi perlu selaras dengan perkembangan teknologi dan dinamika industri global. “Daya saing global tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi dalam lingkungan internasional,” ujarnya, Senin (2/11/2026).Melalui kolaborasi dengan NJUIT, SGU memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa untuk memperluas kompetensi di bidang manufaktur cerdas sekaligus mengenal bahasa Mandarin dalam konteks profesional.

Materi pelatihan mencakup perkembangan manufaktur cerdas dan embodied intelligence, penerapan digital twin dalam rekayasa, teknologi pereduksi kecepatan untuk sendi robot humanoid, pemesinan presisi, pemrograman PLC berbantuan kecerdasan buatan (AI), serta simulasi tiga dimensi.

Pembelajaran menggabungkan teori, studi kasus, demonstrasi teknologi, dan praktik langsung.Dalam sesi praktik, peserta menggunakan platform simulasi pabrik tiga dimensi FactoryForge dan workstation PLC berbasis AI SemaPLC untuk mengeksplorasi simulasi proses manufaktur dan penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam sistem otomasi industri.

Selain kompetensi teknis, peserta juga mempelajari istilah dan ungkapan bahasa Mandarin yang relevan dengan bidang manufaktur cerdas.

Integrasi ini memberikan pemahaman bahasa dalam konteks profesional sekaligus memperluas kemampuan komunikasi untuk mendukung pertukaran pengetahuan dan kolaborasi teknologi lintas negara.Di luar pelatihan, SGU dan NJUIT mengadakan diskusi akademik mengenai pengembangan kurikulum, pertukaran dosen, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagi sumber daya pembelajaran berbasis simulasi virtual.

Menurut Samuel, pelatihan ini merupakan bagian dari program 2026 ASEAN Local Young Teachers “Chinese Language + Vocational Skills” Training Program yang diselenggarakan oleh Center for Language Education and Cooperation di bawah Kementerian Pendidikan Tiongkok. NJUIT menghadirkan tiga dosen ahli yaitu Zhang Haitao, Li Lianbo, dan Liu Jie sebagai pengajar dalam program ini.

“Seiring dengan transformasi digital, kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang menguasai teknologi dan memiliki kemampuan komunikasi lintas budaya semakin meningkat,” ucapnya.

Di sisi lain, Tiongkok sebagai salah satu negara terdepan dalam inovasi teknologi dan manufaktur menawarkan perspektif serta perkembangan teknologi yang relevan untuk dipelajari.

Melalui kolaborasi dengan NJUIT, SGU membuka kesempatan bagi sivitas akademika untuk memperoleh wawasan dan pengalaman pembelajaran internasional yang mendukung kesiapan menghadapi industri global.

Topik Menarik