100 KNMP Dibangun, Rantai Usaha Nelayan Kian Terhubung

100 KNMP Dibangun, Rantai Usaha Nelayan Kian Terhubung

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:13
share

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat ekosistem usaha perikanan melalui program Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) guna mengatasi berbagai kendala produksi hingga pemasaran yang selama ini dihadapi nelayan. Program tersebut mengintegrasikan penyediaan sarana produksi, penyimpanan hasil tangkapan, hingga akses pasar dalam satu kawasan untuk meningkatkan efisiensi usaha dan kesejahteraan nelayan.

"Dampaknya mulai terlihat. Sebanyak 65 KNMP tahap pertama telah beroperasi, sementara 35 lokasi tahap berikutnya telah mencapai progres 94,53 per 2 Oktober 2026," ujar Juru Bicara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ayu Rahmawati seperti dikutip pada Sabtu (31/10/2026).

Baca Juga:KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal

Ayu menjelaskan, pembangunan KNMP dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan mendasar yang menghambat produktivitas nelayan, mulai dari sulitnya akses bahan bakar minyak (BBM), terbatasnya ketersediaan es dan fasilitas penyimpanan dingin, hingga belum luasnya jangkauan pemasaran hasil tangkapan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menghadirkan berbagai fasilitas terintegrasi dalam satu kawasan, antara lain Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), pabrik es, gudang pendingin (cold storage), dermaga, bengkel kapal, serta fasilitas pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menekan biaya operasional nelayan sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan agar memiliki daya saing dan nilai jual lebih tinggi. Dengan dukungan penyimpanan dingin, nelayan juga memiliki keleluasaan dalam mengelola hasil tangkapan sehingga tidak harus segera menjual ikan dengan harga rendah.

Baca Juga:Kesejahteraan Nelayan Disorot, KNMP Perkuat Ekonomi dan Lindungi Pesisir

Ayu menambahkan, melalui KNMP, pemerintah berupaya memperbaiki seluruh mata rantai usaha perikanan, mulai dari kemudahan akses sarana produksi, penguatan infrastruktur pascapanen, hingga perluasan pemasaran. Dengan demikian, nelayan tidak hanya bergantung pada aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga memperoleh dukungan untuk mengembangkan usaha perikanan secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Topik Menarik