Kebudayaan Yogya: Dari Magnet Pariwisata hingga Penggerak Ekonomi dan Penerimaan Pajak

Kebudayaan Yogya: Dari Magnet Pariwisata hingga Penggerak Ekonomi dan Penerimaan Pajak

Nasional | sindonews | Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:37
share

Arifin HalimKonsultan Pajak, Kuasa Hukum Pengadilan Pajak, Advokat, dan Lulusan Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Brawijaya

YOGYAKARTA atau Yogya memiliki daya tarik yang luar biasa dari kentalnya kebudayaan di samping keindahan alamnya. Kebudayaannya dapat kita temukan di Keraton Yogyakarta, sepanjang jalan Malioboro, dalam berbagai pertunjukan seni, hingga dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Suasana Yogya terasa khas dan berbeda dari berbagai kota lain di Indonesia. Nuansa budaya, keramahan masyarakat, dan kehidupan yang terasa tenang membuat wisatawan merasa nyaman. Tidak mengherankan jika Yogya menjadi pilihan untuk berlibur sekaligus healing bagi banyak wisatawan. Kelestarian kebudayaan Yogya tidak lepas dari dukungan besar Keraton Yogyakarta yang masih memegang teguh pakem dan melestarikan kebudayaan warisan leluhur. Hal ini juga didukung oleh peran abdi dalem dan masyarakat.

Kebudayaan Yogya, Magnet Wisata Sepanjang Zaman

Tidak banyak wilayah di Indonesia yang menyuguhkan suasana dengan kebudayaan lokal sekental Yogya. Kebudayaan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, namun dapat kita saksikan dan nikmati hingga sekarang. Kita dapat menikmati pagelaran seni kebudayaan di lingkungan Keraton Yogyakarta, suasana Malioboro, serta menyaksikan berbagai tradisi dan upacara kebudayaan. Ada Sekaten dan Grebeg Maulud, Labuhan Parangkusumo, Labuhan Merapi, Labuhan Lawu, Tumpak Wajik, Nguras Enceh, Mubeng Beteng, dan berbagai budaya lainnya. Hal ini menjadikan Yogya istimewa di mata wisatawan. Bagi wisatawan, pengalaman seperti ini memberikan sesuatu yang berbeda. Mereka tidak sekadar datang untuk melihat tempat indah, tetapi juga merasakan suasana, mengenal tradisi, dan memahami kehidupan masyarakat setempat. Kebudayaan yang terus hidup seperti ini menjadi salah satu magnet wisata Yogya. Kelestarian kebudayaan di Yogya perlu dipertahankan dan dilestarikan sepanjang zaman sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Manusia Modern Butuh Berwisata

Kemajuan teknologi membuat kehidupan manusia semakin modern. Namun, di sisi lain, kesibukan dan berkurangnya interaksi sosial secara langsung dapat meningkatkan stres pada sebagian masyarakat. Hal ini semakin meningkatkan kebutuhan akan tempat wisata yang menawarkan suasana alami, pertunjukan seni, dan pengalaman yang menyejukkan hati. Keraton Yogyakarta dan berbagai tempat di Yogya menyediakan pengalaman tersebut. Wisatawan dapat menikmati pagelaran seni dan merasakan suasana kebudayaan khas Yogya, di samping keindahan alamnya. Yogya pun menjadi pilihan untuk berwisata sekaligus melepas penat atau healing. Di tengah semakin modernnya dunia, kelestarian kebudayaan Yogya justru menjadi semakin istimewa dan daya tarik tersendiri. Kelestarian kebudayaan Yogya perlu tetap berjalan beriringan dengan kemajuan zaman dan memberikan warna istimewanya Yogya dan menjadi ciri khas Indonesia. Di zaman modern ini, banyak orang mungkin merasa jenuh dengan kehidupan modern dan merindukan suasana alami untuk healing. Yogya menawarkan pengalaman tersebut. Menurut penulis, pariwisata berbasis seni budaya yang dipadukan dengan keindahan alam berpotensi menjadi magnet pariwisata di Indonesia bagi wisatawan mancanegara.

Jepang dan Korea Selatan, Negara Modern yang Menarik Wisatawan dengan Kebudayaannya

Jepang dan Korea Selatan merupakan contoh negara maju yang menjadikan kebudayaan sebagai salah satu daya tarik wisatanya. Jepang dan Korea Selatan terus melestarikan dan memperkenalkan kebudayaannya kepada wisatawan dari berbagai negara. Hal ini menjadikan pariwisata sebagai salah satu sumber devisa bagi negara mereka. Yogya juga memiliki kebudayaan yang jauh lebih kental dari berbagai negara lain karena terasa di urat nadi kehidupan, terlihat dari berbagai tradisi, dan seringnya pagelaran kebudayaan di Yogya. Kebudayaan Yogya perlu tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang agar tetap menjadi daya tarik wisatawan datang dan menikmati keistimewaan Yogya.

Kebudayaan Yogya Perlu Didukung agar Lestari Sepanjang Zaman

Kebudayaan Yogya yang masih terjaga hingga sekarang tidak lepas dari peran Keraton Yogyakarta dan masyarakat yang terus melestarikan tradisi. Keberadaan Keraton Yogyakarta menjadi penopang kentalnya kelestarian kebudayaan Yogya. Kebudayaan Yogya yang unik menjadi daya tarik wisatawan untuk berwisata ke Yogya. Hal ini juga didukung oleh indahnya alam dan keramahan masyarakat di Yogya. Perpaduan kelestarian kebudayaan Yogya, keramahan masyarakat, dan indahnya alam Yogya membuat wisatawan nyaman berwisata di Yogya. Oleh karena itu, menurut penulis, betapa pentingnya pemerintah perlu terus mendukung pelestarian kebudayaan Yogya sepanjang zaman, menjaga keberadaan Keraton Yogyakarta, dan mempertahankan keistimewaan Yogya sesuai dengan sejarah dan ijab kabul saat bergabung dengan NKRI.

Kebudayaan Yogya, Magnet Pariwisata dan Penggerak Ekonomi Masyarakat

Kelestarian kebudayaan Yogya menjadi magnet wisatawan domestik dan mancanegara berwisata ke Yogya. Hal ini memberikan dampak positif berupa multiplier effect atau efek pengganda ekonomi bagi masyarakat Yogya. Misalkan, seorang wisatawan membelanjakan uang Rp3 juta selama berlibur di Yogya. Uang tersebut menjadi penghasilan bagi pemilik penginapan, pedagang makanan, pengemudi, dan penjual oleh-oleh. Mereka kemudian menggunakan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membayar pekerja, atau membeli barang dari pedagang lain. Uang tersebut pun berputar dan memberikan manfaat kepada banyak pihak. Inilah yang disebut multiplier effect atau efek pengganda ekonomi, yaitu ketika pengeluaran wisatawan turut menggerakkan kegiatan ekonomi dan memberikan penghasilan kepada berbagai lapisan masyarakat. Hal ini menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara wisatawan dan masyarakat Yogya. Wisatawan mendapatkan kebahagiaan dari suasana Yogya, sedangkan masyarakat memperoleh penghasilan dari belanja wisatawan untuk akomodasi, makan, dan berbagai barang dagangan.

Perekonomian Yogya yang Menggeliat dari Pariwisata Berkontribusi pada Penerimaan Pajak

Belanja wisatawan menggerakkan perekonomian masyarakat Yogya. Konsumsi barang dan jasa oleh wisatawan dan masyarakat Yogya turut berkontribusi terhadap penerimaan PPN yang terkandung dalam harga barang dan jasa kena pajak. Kegiatan ekonomi tersebut pada akhirnya juga berkontribusi terhadap penerimaan negara dari Pajak Penghasilan. Indonesia berpotensi meningkatkan pariwisata dari mancanegara melalui seni budaya, dipadu dengan indahnya alam Indonesia, serta keramahan masyarakat. Pariwisata Indonesia ke depan berpotensi memberikan kontribusi yang lebih besar bagi penerimaan negara dari pajak.

Kesimpulan dan Saran

Kemajuan zaman membuat manusia semakin individualistis dan dapat meningkatkan tingkat stres. Hal ini meningkatkan kebutuhan akan tempat wisata yang menawarkan suasana alami untuk healing. Yogya menawarkan tempat wisata sekaligus tempat healing melalui pagelaran kebudayaan dan suasana yang alami. Kelestarian kebudayaan Yogya terbukti menjadi magnet untuk wisatawan berwisata ke Yogya. Kelestarian kebudayaan Yogya telah terbukti menjadi magnet bagi wisatawan. Kehadiran wisatawan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, menggerakkan berbagai usaha, dan menciptakan perputaran uang yang memberikan penghasilan kepada banyak pihak. Kegiatan ekonomi tersebut pada akhirnya turut berkontribusi terhadap penerimaan negara dari pajak. Pada masa mendatang, pariwisata Indonesia yang ditopang oleh seni budaya yang dipadu dengan indahnya alam Indonesia dan keramahan masyarakat akan berpotensi memberikan kontribusi yang lebih besar bagi penerimaan negara dari pajak. Kelestarian kebudayaan Yogya semakin istimewa dengan semakin modernnya dunia. Kelestarian kebudayaan Yogya menggambarkan kebesaran Indonesia sejak masa kerajaan lampau hingga sekarang, sekaligus menjadikan Yogya istimewa dan menjadi salah satu ciri khas Indonesia di mata dunia. Kelestarian kebudayaan Yogyakarta hingga saat ini tidak lepas dari peran aktif Keraton Yogyakarta dan status keistimewaannya. Oleh karena itu, menurut penulis, keberadaan Keraton Yogyakarta dan keistimewaan Yogyakarta perlu tetap dijaga sepanjang masa dan didukung oleh pemerintah, sesuai dengan sejarah dan ijab kabul saat bergabung dengan NKRI. Akhirnya tiga kata untuk Yogya, "Yogya memang istimewa."

Topik Menarik