Obama Dukung Politikus Muslim di Pemilu AS, Ini 3 Alasannya

Obama Dukung Politikus Muslim di Pemilu AS, Ini 3 Alasannya

Global | sindonews | Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:30
share

Mantan Presiden AS Barack Obama memberikan dukungan kepada kandidat Senat dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, di Michigan pada hari Sabtu. Obama membelanya dari serangan yang menyasar identitas Muslimnya, sementara Presiden Donald Trump meremehkan jumlah peserta yang hadir dalam acara tersebut.

Berbicara di hadapan lebih dari 4.300 pendukung di Cass Technical High School, Detroit, Obama menyatakan dukungannya bagi El-Sayed, yang akan bersaing melawan kandidat dari Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilihan Senat yang berlangsung ketat menjelang pemilihan paruh waktu pada 3 November.

Obama Dukung Politikus Muslim di Pemilu AS, Ini 3 Alasannya

1. Memperjuangkan Perubahan dan Mengakhiri Perang

"Abdul berjuang demi perubahan—perubahan nyata, perubahan yang akan mengakhiri perang ini," ujar Obama, merujuk pada konflik AS dengan Iran.

Obama juga memuji usulan El-Sayed untuk mengurangi pengaruh uang dalam politik serta memperluas akses terhadap layanan kesehatan yang terjangkau.

Ia mengatakan bahwa kandidat tersebut akan "menyelesaikan tugas yang telah kita mulai" melalui Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act) tahun 2010.

Mantan presiden itu membela El-Sayed dari serangan pihak Partai Republik yang mempertanyakan latar belakang agamanya serta dugaan keterkaitannya dengan kelompok Ikhwanul Muslimin.

Ia menarik perbandingan dengan klaim-klaim palsu mengenai identitas dan agamanya sendiri selama kampanye pemilihan presiden pada tahun 2007 dan 2011.

"Kita pernah melihat skenario ini sebelumnya. Saya sendiri pernah mengalaminya," kata Obama, dilansir Anadolu.

"Cara-cara seperti ini tidak mempan terhadap saya. Begitu pula di Michigan, cara ini tidak akan berhasil untuk Abdul," tambahnya.

2. Melawan Trump

Trump, yang berbicara kemudian pada hari Sabtu dalam sebuah kampanye Partai Republik di Perry, Georgia, mengejek kehadiran Obama dan mengeklaim bahwa acara di Detroit tersebut hampir tidak dihadiri oleh siapa pun.

"Anda tahu, saya melihat Barack Hussein Obama berada di Michigan, dan tempat itu kosong," ujar Trump, meskipun berbagai laporan mencatat kehadiran ribuan orang.Trump dan anggota Partai Republik lainnya telah berulang kali menuduh El-Sayed memiliki afiliasi dengan kelompok ekstremis, termasuk keterkaitan dengan Ikhwanul Muslimin. El-Sayed telah membantah tuduhan tersebut, dan tidak ada bukti kredibel yang muncul untuk menunjukkan adanya hubungan semacam itu.

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump mengkritik rekam jejak Obama dalam mendukung kandidat presiden dari Partai Demokrat yang gagal, dengan merujuk pada kekalahan Hillary Clinton pada tahun 2016 dan Kamala Harris pada tahun 2024.

"Dia mengatakan bahwa Hillary Clinton yang licik akan MENANG, dia berkampanye habis-habisan untuknya, namun Hillary kalah telak dalam segala aspek. Kemudian dia berkampanye habis-habisan untuk Kamala, dan hasilnya sama, dia pun kalah," tulis Trump.

3. Mendorong Akuntabilitas

Obama juga berkampanye untuk kandidat gubernur dari Partai Demokrat, Jocelyn Benson, yang akan berhadapan dengan anggota DPR dari Partai Republik, John James.

Dalam kampanye tersebut, Obama menyebut pemilihan paruh waktu sebagai kesempatan untuk menuntut akuntabilitas yang lebih besar terhadap pemerintahan Trump.

"Kita harus membalikkan keadaan dan menghadirkan akuntabilitas dalam pemerintahan ini," ujarnya.

Trump dijadwalkan untuk berkampanye di Michigan pada hari Minggu guna memberikan dukungan bagi para kandidat dari Partai Republik.

Topik Menarik