Kemendikdasmen Sebut TKA 2026 di Daerah Bencana Utamakan Keselamatan dan Kesehatan

Kemendikdasmen Sebut TKA 2026 di Daerah Bencana Utamakan Keselamatan dan Kesehatan

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:47
share

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan kesiapan data peserta, sistem asesmen, dan pengawasan menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat mulai 26 Oktober 2026.

Persiapan tersebut memperhatikan kondisi satuan pendidikan agar setiap peserta memperoleh kesempatan mengikuti TKA secara aman dan adil, termasuk di daerah terdampak bencana.

"Keselamatan dan kesehatan murid, guru, dan juga seluruh tim pelaksana merupakan prioritas utama kami," ujar Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin melalui keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, pelaksanaan TKA di daerah terdampak bencana harus mempertimbangkan kondisi nyata satuan pendidikan. Dinas pendidikan provinsi dan kantor wilayah Kementerian Agama berkoordinasi untuk memetakan kondisi keselamatan, kesehatan, akses, serta kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan asesmen.

Baca juga: 91,72 Persen Siswa Daftar TKA SMA/SMK 2026, Simak Jadwal Reguler dan Ujian SusulanDia mengungkap, sekolah yang kondisinya belum aman tidak dipaksakan mengikuti jadwal utama. Hasil pemetaan menjadi dasar untuk menentukan satuan pendidikan yang dapat melaksanakan TKA sesuai jadwal atau memerlukan dukungan dan penyesuaian melalui jadwal susulan.

"Langkah ini dilakukan agar murid yang terdampak bencana tetap memperoleh kesempatan mengikuti TKA dengan aman dan nyaman," tuturnya.

Pelaksanaan TKA reguler bagi peserta pendidikan formal dijadwalkan dalam dua gelombang, yakni 26–29 Oktober 2026 untuk gelombang pertama dan 2–5 November 2026 untuk gelombang kedua.

Sementara itu, gelombang khusus mata pelajaran wajib dijadwalkan pada 31 Oktober–1 November 2026 dan mata pelajaran pilihan pada 7–8 November 2026. Peserta yang berhalangan karena kendala teknis, sakit, atau kondisi tertentu dapat mengikuti jadwal susulan sesuai ketentuan.

Baca juga: TKA SMK 2026: Ini 3 Mata Pelajaran Wajib dan Mapel Pilihan Kejuruan yang DiujikanDia menjabarkan, sebanyak 3.864.195 peserta telah mendaftar dari total 4.213.114 calon peserta, atau 91,72 persen. Berdasarkan jenjang, pendaftaran peserta SMA mencapai 95,68 persen, MA 95,64 persen, dan SMK 93,10 persen.

Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati menjelaskan, gladi bersih menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan perangkat, jaringan, sistem, serta pemahaman petugas dan peserta terhadap prosedur pelaksanaan. Tahap ini juga membantu satuan pendidikan mengenali kendala teknis sebelum pelaksanaan utama.

"Bagi peserta yang menghadapi kendala sehingga tidak dapat mengikuti TKA sesuai jadwal, satuan pendidikan perlu mencatat kondisi tersebut dalam berita acara. Data selanjutnya dikoordinasikan melalui dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan pelaksanaan susulan," bebernya.

Rahmawati menambahkan, hasil TKA dapat dimanfaatkan untuk memetakan kompetensi murid, membantu guru merencanakan pembelajaran yang lebih tepat sasaran, serta menjadi salah satu informasi awal dalam proses transisi ke jenjang pendidikan berikutnya.

"Melalui pemantapan teknis, pengawasan, dan penyesuaian layanan berdasarkan kondisi satuan pendidikan, Kemendikdasmen berupaya memastikan pelaksanaan TKA 2026 berlangsung tertib, berintegritas, dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta," katanya.

Topik Menarik