Paprika Merah vs Kuning, Mana yang Lebih Kaya Vitamin C dan Antioksidan?
Paprika merah dan paprika kuning sama-sama dikenal sebagai sayuran yang kaya nutrisi. Meski demikian, paprika merah disebut memiliki sedikit keunggulan dibandingkan paprika kuning karena mengandung vitamin C dan beberapa antioksidan dalam jumlah lebih tinggi.
Dilansir dari Verywell Health, kedua jenis paprika tetap menjadi pilihan yang baik untuk melengkapi pola makan sehat. Perbedaannya tidak terlalu signifikan sehingga masyarakat tetap dapat memilih sesuai selera sambil mempertahankan konsumsi sayuran yang beragam.
Baca juga: Wajah Masih Terlihat Kendur Meski Sudah Perawatan? Kenali Peran Otot dalam Proses Penuaan
Paprika merah memiliki kandungan vitamin C sekitar 142 mg per 100 gram, sedikit lebih tinggi dibandingkan paprika kuning yang mengandung 139 mg per 100 gram. Keduanya telah melampaui kebutuhan vitamin C harian orang dewasa sehingga sama-sama menjadi sumber nutrisi yang sangat baik.
Selain vitamin C, kedua paprika juga kaya antioksidan, tetapi dengan jenis yang berbeda. Paprika kuning mengandung antioksidan bernama violaxanthin yang diketahui berpotensi membantu melawan peradangan dan kanker.Sementara itu, paprika merah mengandung capsanthin, antioksidan yang juga dikaitkan dengan manfaat antikanker. Paprika merah juga mengandung likopen, senyawa yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung sekaligus memiliki sifat antikanker.
Baca juga: 5 Tips Diet Mediterania agar Kolesterol Terkontrol dan Jantung Sehat
Dari sisi kandungan gizi lainnya, paprika merah memiliki sekitar 26 kalori per 100 gram, sedangkan paprika kuning mengandung 31 kalori. Kandungan karbohidrat, protein, lemak, serat, kalsium, magnesium, dan kalium pada keduanya juga relatif tidak jauh berbeda.
Perbedaan warna paprika terjadi karena tingkat kematangannya. Paprika hijau merupakan yang paling muda, sedangkan paprika merah adalah paprika yang telah matang sepenuhnya.
Untuk memperoleh manfaat gizi secara maksimal, paprika sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan mentah karena proses memasak dapat mengurangi kandungan vitamin C. Jika ingin dimasak, metode seperti ditumis sebentar atau dikukus ringan lebih disarankan dibandingkan direbus agar vitamin yang larut dalam air tidak banyak hilang.
Paprika merah maupun kuning juga mudah dipadukan dalam berbagai menu. Sayuran ini dapat dinikmati sebagai camilan bersama hummus, dicampurkan ke dalam salad, sup, tumisan, fajitas, pizza, hingga dijadikan paprika isi. Dengan kandungan nutrisi yang hampir setara, keduanya sama-sama dapat menjadi pilihan untuk melengkapi pola makan sehat sehari-hari.
Magang/Kirana Gina Anindita









