Kisah Ngatiyem, Pelaku UMKM Ciawi Kembangkan Jamu HDayah dari Pelatihan Sandiaga Uno

Kisah Ngatiyem, Pelaku UMKM Ciawi Kembangkan Jamu HDayah dari Pelatihan Sandiaga Uno

Nasional | sindonews | Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:03
share

Ngatiyem, pelaku UMKM asal Ciawi, Kabupaten Bogor merintis usaha jamu instan H’Dayah dari racikan minuman kesehatan untuk suaminya. Awalnya, Ngatiyem membuat jamu instan untuk suaminya yang bekerja dengan sistem tiga shift.

Seiring waktu, usaha tersebut mulai dia kembangkan, terutama setelah suaminya mengalami sakit paru-paru pada 2017. Saat itu, suaminya sempat dirawat di rumah sakit selama sepekan karena mengalami gangguan paru-paru. Setelah diperbolehkan pulang, kondisi suaminya justru memburuk dalam tiga hari berikutnya.

Baca juga: Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa FIA UI Latih UMKM Bogor Manfaatkan AI

Ngatiyem kemudian membawa suaminya kembali ke rumah sakit tempat dia menjalani perawatan sebelumnya. Setelah diperiksa dokter yang menangani suaminya, diketahui adanya gangguan liver yang menurut penjelasan dokter berkaitan dengan efek samping obat yang diberikan saat pengobatan paru-paru.

Ketika itu, Ngatiyem meminta izin kepada dokter untuk memberikan racikan herbal berupa kunyit putih dan jahe merah. Setelah sekitar sepekan mengonsumsi racikan tersebut sebagai pendamping perawatan medis, hasil pemeriksaan laboratorium suaminya menunjukkan perkembangan yang baik.Suaminya kemudian diperbolehkan pulang dengan anjuran rawat jalan. "Suami saya pulih dalam waktu sekitar tiga bulan," ujar Ngatiyem, Jumat (23/10/2026).

Seiring berjalannya waktu, Ngatiyem berupaya mengembangkan jamu instan H’Dayah agar menjadi tambahan pendapatan keluarga. Sebelum mengikuti program inkubasi, dia memasarkan produknya melalui WhatsApp dan Instagram @jamu_instan_hidayah.

Namun, materi promosi yang dibuatnya masih cenderung monoton. Di sisi lain, penjualan jamu instan juga sempat lesu.

Kesempatan datang ketika dia mengikuti program Inkubasi Mitra Inkubator GAN dari Ciawi, Kabupaten Bogor, yang mendapat pelatihan dari Yayasan Indonesia Setaara (YIS). Melalui program tersebut, Ngatiyem memperoleh pengetahuan baru untuk mengembangkan usaha.

Dia mulai mempelajari pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membuat materi promosi yang lebih bervariasi. Perubahan itu membuatnya memiliki lebih banyak pilihan dalam menyampaikan informasi produk kepada calon konsumen.Promosi yang sebelumnya cenderung seragam kini dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih beragam. “Alhamdulillah ada peningkatan omzet selama ikut inkubasi dan alhamdulillah bertambah reseller,” ucapnya.

Menurut Ngatiyem, omzet usahanya kini mencapai sekitar Rp1,5 juta per minggu dengan dukungan penjualan produk tambahan tersebut. Selain mempelajari pemasaran digital dan menambah produk, Ngatiyem mulai membenahi pencatatan keuangan usahanya.

Dia berupaya melakukan pencatatan mingguan secara rutin. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu perubahan yang diperoleh selama mengikuti program inkubasi.

"Pelatihan ini memberikan saya banyak pengetahuan baru. Bukan hanya ide untuk mengembangkan produk, tetapi juga belajar memanfaatkan teknologi dalam promosi," kata Ngatiyem.

"Terpenting dalam pelatihan adalah jejaring dan membangun kebiasaan mengelola usaha secara lebih teratur," tambahnya.Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Uno menekankan pentingnya pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usaha. Penguatan UMKM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan omzet, tetapi juga kemampuan pelaku usaha untuk berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan membangun jejaring pemasaran.

“Yang kita kejar adalah dampak sosial dan pertumbuhan bersama. Pelaku UMKM perlu terus belajar, berinovasi, memanfaatkan potensi lokal, serta membangun jejaring dan kolaborasi,” ujarnya.

Pendampingan melalui program inkubasi diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengenali peluang baru dan mengelola usaha secara lebih terarah. "Kisah Ngatiyem mengembangkan jamu instan H’Dayah menjadi salah satu gambaran upaya pelaku usaha dalam beradaptasi," kata Sandiaga.

Topik Menarik