Doli Kurnia Tantang KPU Jelaskan Pasal Selundupan di Aturan untuk Pencalonan Gibran
Partai Gerindra menyatakan jika dua tahun masa Pemerintahan Prabowo Subianto tidak bisa mengukur secara jauh tingkat keterpilihan masyarakat atau elektabilitas Prabowo untuk Pemilu berikutnya. Saat ini dinilai belum 'masa panen' elektoral.
"Kami berpikir dua tahun pemerintahan Pak Prabowo ini memang secara objektif kita belum bisa memanen raya elektoralnya," kata Jubir Partai Gerindra, Sugiat Santoso dalam rilis survei Parameter Politik Indonesia (PPI), Minggu (18/10/2026).
Baca juga: Survei PPI: Kepuasan Publik atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 65,2 Persen
Pasalnya, kata dia, ada beberapa program Prabowo yang masih dalam pembangunan fondasinya. Sehingga, menurutnya, wajar masyarakat belum merasakan secara penuh manfaatnya.
"Jadi ada beberapa program yang itu belum bisa dinikmati di dua tahun berjalan ini seperti misalnya Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan, ini Sekolah Rakyat belum secara masif berjalan, masih dibangun fisiknya dan lain sebagainya," ujarnya.Sugiat meyakini, elektabilitas Prabowo akan berubah di beberapa tahun terakhir kepemimpinannya di periode ini. Dia mengistilahkannya seperti masa panen padi.
Baca juga: Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang
"Sama seperti kita katakanlah masa musim panen padi, ini masih menyemai bibit, memupuk, dan merawat. Saya yakin dan percaya di tahun ketiga atau di tahun keempat, nanti sudah akan ada hasil yang sangat maksimal," ujarnya.
"Pada saat itu saya yakin dan percaya bahwa persepsi opini publik akan semakin positif untuk menilai kinerja pemerintahan Pak Prabowo," sebut Sugiat.










