4 Orang Meninggal saat Padamkan Kawasan Bromo, DPR: Harus Ada Evaluasi Prosedur Keselamatan

4 Orang Meninggal saat Padamkan Kawasan Bromo, DPR: Harus Ada Evaluasi Prosedur Keselamatan

Nasional | sindonews | Senin, 19 Oktober 2026 - 06:31
share

Anggota Komisi VIII DPR Dini Rahmania menyampaikan dukacita atas meninggalnya empat orang yang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ia menilai perlu ada evaluasi sistem komando hingga prisedur keselamatan.

Dini prihatin, keempatnya gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. Baginya, keempat nyawa yang hilang tidak boleh dianggap sebagai risiko dalam penanganan bencana.

"Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, kesiapan peralatan, serta prosedur keselamatan petugas dan relawan di lapangan," tegas Dini dalam keterangannya yang dikutip, Senin (19/10/2026).

Baca juga: Wamen Komdigi Angga Raka Tegaskan Tak Ada Pembatasan Konten Karhutla

Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II ini juga mengatakan, pihaknya mendesak instansi terkait mengambil langkah penanganan yang lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi.

Ia memperingatkan, jangan sampai keterbatasan sarana, lemahnya antisipasi, atau keterlambatan penanganan kembali membahayakan mereka yang berada di garis depan. Hal ini berlaku untuk semua penanganan bencana yang ada di Indonesia.

"Saya juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem komando, pemetaan risiko, dan mekanisme penyelamatan darurat. Jika ditemukan kelalaian dalam penerapan standar keselamatan, harus ada pertanggungjawaban yang jelas," tandasnya.

Legislator dari Fraksi Partai NasDem ini mengingatkan, pemerintah wajib memastikan santunan, pemenuhan hak keluarga korban meninggal dunia, serta perawatan dan pemulihan terbaik bagi korban luka.

"Keberanian petugas atau relawan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan mereka. Mereka berada di garis depan untuk melindungi kita, maka negara harus hadir melindungi mereka. Tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang karena lemahnya kesiapsiagaan dan perlindungan di lapangan," pungkas Dini.

Sebelumnya, empat korban yang tewas atas nama Sukaris, Operator layanan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai Besar TNBTS. Hendra Rony Wagiyanata, Petugas Balai Besar TNBTS (meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis karena luka bakar).

Kemudian, Wisnu Yuda Pratama, Petugas sekuriti hotel (Artotel Bromo). Sefriel Ardiansyah, Petugas sekuriti hotel (Artotel Bromo) sekaligus atlet panjat tebing. Selain korban tewas juga ada ada sejumlah korban yang menderita luka bakar.

Topik Menarik