345 Jemaah Pernah Gagal Haji, Menhaj Ingatkan Istitaah Kesehatan Disiapkan Sejak Dini

345 Jemaah Pernah Gagal Haji, Menhaj Ingatkan Istitaah Kesehatan Disiapkan Sejak Dini

Nasional | sindonews | Senin, 19 Oktober 2026 - 07:28
share

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengingatkan jemaah haji untuk mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Kesiapan berhaji tidak cukup hanya dengan melunasi biaya perjalanan, tetapi juga harus memenuhi persyaratan kesehatan agar ibadah dapat dijalankan dengan aman.

Pada penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, sebanyak 345 jemaah yang telah tiba di embarkasi dinyatakan tidak laik terbang. Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan kesehatan jauh sebelum jadwal keberangkatan.

Baca juga: Disubsidi Rp3,2 Juta, Jemaah Haji Tinggal Bayar Pelunasan Rp23 Juta“Jemaah harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Kesehatan dijaga, manasik diikuti dengan baik. Jangan sampai ketika sudah tiba waktunya berangkat, ternyata kondisi kesehatan tidak memungkinkan,” ujar Menhaj dalam keterangannya, dikutip Senin (19/10/2026).

Menurut Menhaj, angka jemaah yang tidak laik terbang tersebut menjadi pengingat bahwa kesiapan kesehatan tidak dapat ditunda hingga menjelang keberangkatan. Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kondisi jemaah dapat dipantau sejak awal.Haji merupakan ibadah yang menuntut ketahanan fisik. Jemaah harus menjalani perjalanan panjang, berpindah antarlokasi, serta melaksanakan rangkaian ibadah dalam kondisi cuaca dan lingkungan yang berbeda dari Indonesia. Karena itu, istitaah kesehatan menjadi bagian penting dari perlindungan jemaah.

Baca juga: Subsidi Biaya Haji 2027, MUI: Tidak Bertentangan dengan Prinsip Dasar Istitha'ah

Menhaj meminta jemaah mengikuti pemeriksaan kesehatan, mematuhi anjuran tenaga medis, dan memanfaatkan manasik untuk memahami tata cara ibadah sekaligus mempersiapkan diri menghadapi situasi selama berada di Arab Saudi.

“Kita ingin jemaah berangkat dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadah. Jangan hanya memikirkan keberangkatan, tetapi persiapkan juga kemampuan fisik dan pemahaman manasiknya,” kata Menhaj.

Pemerintah juga akan menyampaikan informasi resmi mengenai tahapan persiapan penyelenggaraan haji berikutnya. Jemaah diminta mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah agar dapat mempersiapkan diri sesuai ketentuan.

“Bagi Kemenhaj, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak semata-mata diukur dari jumlah jemaah yang diberangkatkan. Kesiapan mereka menjalankan ibadah dengan aman, sesuai ketentuan, dan dengan kondisi kesehatan yang memadai juga menjadi bagian penting dari upaya perlindungan jemaah,” pungkasnya.

Topik Menarik