KemenPPPA, Pemprov DKI, dan SPEKIX Dorong Kebijakan Inklusif Individu Berkebutuhan Khusus
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Pemprov DKI Jakarta, dan SPEKIX mendorong layanan disabilitas yang terintegrasi di berbagai tahapan kehidupan, mulai dari masa kehamilan, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja.
Dengan demikian, pemenuhan hak penyandang disabilitas diharapkan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan dan pelaksanaan program yang berkelanjutan.
Diketahui, SPEKIX (Neurodiversity Expo) 2026 digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, selama dua hari yakni 10–11 Oktober 2026. Terdapat 35 seminar dan lokakarya, lebih dari 129 tenant pameran dan bazar, serta berbagai pertunjukan panggung. Acara ini juga menyediakan ruang konsultasi gratis bersama psikolog dan terapis.
Baca juga: Inspiratif! Anak-anak Berkebutuhan Khusus Melangkah ke Runway
SPEKIX 2026 juga menghadirkan Program Karier Inklusi yang mempertemukan individu berkebutuhan khusus usia dewasa dengan perusahaan yang membuka akses kesempatan kerja bagi mereka.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem inklusi. "Inklusi tidak boleh berhenti sebagai sebuah program, kegiatan, atau momentum. Membangun ekosistem inklusi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci," ujarnya.
Dia berharap SPEKIX 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen berbagai pihak dalam membangun ekosistem inklusi yang berkelanjutan.
Kolaborasi pemerintah dan komunitas tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang bagi Jakarta untuk mengembangkan model kebijakan inklusif yang dapat diterapkan di daerah lain. Upaya ini mencakup lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, tempat kerja, hingga ruang publik.
Ketua Yayasan SPEKIX Asa Indonesia Zarrabida Ibnusirad mengatakan, perjalanan SPEKIX tidak berhenti pada peningkatan kesadaran masyarakat. Upaya membangun lingkungan inklusif perlu dilanjutkan melalui perubahan kebijakan yang dapat dirasakan oleh individu berkebutuhan khusus dan keluarganya.
"Sejak 2019, SPEKIX mulai dari pameran kecil yang bertujuan membuat keluarga merasa tidak sendirian. Hari ini kami berdiri di sini bukan hanya untuk merayakan perjalanan itu, tapi menegaskan bahwa perjalanan ini belum selesai," katanya.Pihaknya ingin terus mendorong terwujudnya kebijakan yang berpihak kepada individu berkebutuhan khusus, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.
Sejak pertama kali digelar pada 2019 dengan nama Special Kids Expo, SPEKIX berkembang dari inisiatif komunitas untuk membangun kesadaran masyarakat menjadi platform kolaborasi yang melibatkan keluarga, tenaga pendidik, komunitas, dunia usaha, serta pemerintah.
Pada penyelenggaraan 2024, SPEKIX memperkuat perannya sebagai platform inklusif nasional. Setahun kemudian, acara yang mengusung semangat One Community in Harmony mencatatkan 5.585 pengunjung melampaui target awal 3.500 orang.
Dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam SPEKIX 2026 diwujudkan melalui pembukaan stan resmi di lokasi acara. Pemprov DKI juga mengundang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan SD se-Jakarta untuk mengikuti lokakarya tenaga pendidik, serta mendorong partisipasi komunitas binaan pemerintah daerah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuturkan dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang ramah dan inklusif bagi seluruh warga, termasuk individu berkebutuhan khusus.Salah satu pengunjung Tyas mengaku terharu sekaligus bangga melihat adanya ruang yang memberikan kesempatan bagi individu berkebutuhan khusus untuk saling terhubung dan memperoleh dukungan.
"Seru, haru, dan bangga banget sih rasanya melihat ada wadah dan ruang untuk teman-teman special needs. Jadi, mereka juga punya kesempatan untuk terkoneksi, saling mengenal, dan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan," katanya.
Menurut dia, kehadiran ruang inklusif seperti SPEKIX menjadi hal positif karena dapat membuka kesempatan bagi individu berkebutuhan khusus untuk membangun relasi sekaligus memperoleh dukungan dari lingkungan sekitarnya.










