Dosen Pendidikan Khusus FIP UNJ Gelar Workshop di SLBN 9 Jakarta

Dosen Pendidikan Khusus FIP UNJ Gelar Workshop di SLBN 9 Jakarta

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:01
share

Tim pengabdian dosen Pendidikan Khusus FIP Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Workshop Guru SLB dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Vokasional Ramah Lingkungan di SLBN 9 Jakarta. Workshop bertujuan memberikan pembelajaran keterampilan vokasional yang dapat membantu meningkatkan kemandirian siswaberkebutuhan khusus.

Workshop ini dengan mengajak para peserta didik berinteraksi secara langsung melalui pertanyaan mengenai bahan yang akan digunakan dalam praktik. Pertanyaan pemantik diajukan sambil menunjukkan tutup gallon kepada para peserta, tujuannya agar dapat memberikan ruang kepada para peserta untuk merasa terlibat dari awal dan membangun suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Baca juga:Kemendikdasmen Revitalisasi 114 SLB, Akses Pendidikan Murid Difabel Diperkuat

Kegiatan ini menghadirkan praktik pembuatan tas kreatif berbahan tutup galon dan kain wol sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran vokasional yang kontekstual. Selama kegiatan berlangsung, tim mahasiswa antuasias dalam mendampingi peserta dalam mengenali bahan-bahan dan tata cara pembuatan produk.

Antusiasme juga terlihat dari para guru yang ikut mendampingi dan membantu peserta dalam mengikuti tahapan pembuatan tas ramah lingkungan. Pendampingan kegiatan bertujuan agar para peserta dapat terlibat secara penuh sehingga menciptakan pengalaman-pengalaman dan keterampilan yang dikembangkan selama praktik.

“Melalui kegiatan ini, para guru dan peserta didik terlibat langsung dalam praktik pembelajaran keterampilan vokasional ramah lingkungan yang mengintegrasikan kreativitas, pendampingan, dan pengenalan pemanfaatn barang yang tak terpakai menjadi produk yang berguna,” kata ketua tim pengabdian, Irah Kasirah, Minggu (11/10/2026). Keterlibatan para guru cukup krusial dalam pembelajaran keterampilan vokasional di SLB. Peserta didik berkebutuhan khusus memiliki karakterisik dan kebutuhan yang bervariasi sehingga membutuhkan beragam strategi pembelajaran yang adaptif, mudah dipahami, dan dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Dengan adanya pendampingan langsung, guru terlibat secara penuh dalam membantu para peserta didik memahami tahapan pembuatan produk, mengembangkan kreatifitas, dan melatih keterampilan motorik, dan tentunya kemandirian. Kegiatan keterampilan vokasional ini memanfaatkan tutup gallon sebagai bahan dasar kerajinan dan memahami potensi untuk digunakan ulang.

Dengan memanfaatkan bahan lain, seperti kain wol, para peserta mendapatkan pengalaman dalam membuat bahan tersebut menjadi sebuah tas ramah lingkungan. Aktivitas ini sekaligus membuka kesempatan untuk mengintegrasikan keterampilan vokasional dengan pengenalan prinsip pemanfaatan bahan secara kreatif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Pembelajaran vokasional ramah lingkungan tidak hanya berfokus pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga pada pengembangan keterampilan fungsional yang dapat mendukung kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan khusus, kegiatan praktik seperti ini dapat menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan dan kemandirian, mengikuti instruksi, tanggungjawab dalam menyelesaikan pekerjaan, dan mengembangkan rasa percaya diri melalui pengalaman berkarya.

Melalui workshop ini, tim pengabdian kepada masyarakat berupaya mendukung peningkatan kompetensi guru SLB dalam mengembangkan pembelajaran vokasional yang kreatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kolaborasi dengan satuan pendidikan, khususnya dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan khusus. Baca juga: Peserta Penmaba Jalur Disabilitas UNJ 2026 Meningkat, Ini Jurusan Favoritnya

Diharapkan, pengembangan pembelajaran vokasional yang inovatif dan ramah lingkungan dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk mengeksplorasi potensi, mengembangkan keterampilan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Dengan dukungan guru serta lingkungan belajar yang sesuai, pembelajaran vokasional dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian dan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat.

Topik Menarik