Pendaftaran Beasiswa IASP 2027 Dibuka, Dosen Bisa Kuliah S3 di Austria
Dosen tetap pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan jenjang doktor (S3) di Austria melalui Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) 2027.
Program beasiswa ini ditujukan bagi dosen tetap yang memenuhi persyaratan akademik dan administratif. Pendaftaran IASP 2027 dibuka secara daring dengan batas akhir pendaftaran pada 1 Maret 2027.
Direktorat Sumber Daya Kemendiktisaintek menyampaikan informasi mengenai kesempatan tersebut melalui akun Instagram resminya.
Baca juga: BSI Scholarship Talenta 2026 Dibuka, Ini Persyaratan dan Jadwal Lengkapnya
"Ada kesempatan bagi dosen tetap perguruan tinggi untuk melanjutkan studi jenjang Doktor (S3) di perguruan tinggi Austria melalui program beasiswa IASP," dikutip dari Instagram @ditdaya.dikti, Sabtu (3/10/2026).
Persyaratan Utama Beasiswa IASP 2027
Dosen yang ingin mendaftar beasiswa S3 Austria melalui IASP 2027 perlu memenuhi sejumlah persyaratan utama. Berikut ketentuannya:1. Dosen tetap pada perguruan tinggi binaan Kemendiktisaintek.2. Memiliki NUPTK yang terdaftar di PDDikti.
3. Belum bergelar doktor dan tidak sedang menempuh pendidikan doktor.
4. Berusia maksimal 35 tahun per 31 Desember 2027.
5. Memiliki kemampuan bahasa Inggris.Baca juga: Tak Ada Seleksi Wawancara, 5 Beasiswa Ini Buka Peluang Kuliah Gratis ke Luar Negeri
Selain memenuhi persyaratan utama, calon pendaftar juga perlu menyiapkan sejumlah dokumen pendukung dalam proses seleksi.
Dokumen Persyaratan Beasiswa IASP 2027
Dokumen yang perlu disiapkan calon peserta antara lain sebagai berikut:1. CV dalam bahasa Inggris.
2. Dua surat rekomendasi akademik dalam bahasa Inggris, misalnya dari pembimbing magister atau atasan langsung.
3. Paspor yang masih berlaku.4. Letter of Acceptance (LoA) yang masih berlaku dan unconditional dari perguruan tinggi atau calon supervisor di Austria.
5. Ijazah dan transkrip S2 dengan masa kelulusan maksimal 10 tahun.
6. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dalam bahasa Inggris dari dokter rumah sakit pemerintah.
7. Research proposal yang telah disetujui calon supervisor.
Pendaftaran Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP) 2027 dilakukan secara daring melalui laman https://kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id. Semoga informasi ini bermanfaat.










