SMA Labschool Jakarta Latih Kemandirian Murid lewat Trip Observasi 2026

SMA Labschool Jakarta Latih Kemandirian Murid lewat Trip Observasi 2026

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 3 Oktober 2026 - 16:44
share

SMA Labschool menggelar apel penutupan Trip Observasi 2026 di Kampung Banceuy, Desa Sanca, Subang, Jawa Barat (1/10/2026). Hadir dalam kesempatan ini Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengapresiasi kegiatan tersebut.

Trip Observasi 2026 merupakan kegiatan wajib bagi murid kelas X SMA Labschool Jakarta yang diikuti sebanyak 286 murid. Dengan mengusung tema “Membentuk Murid yang Mandiri, Berkarakter, dan Berbudaya Ilmiah melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.

Baca juga: Pendaftaran SMK Go Global Batch 2 2026 Dibuka, Simak Persyaratannya

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan pembelajaran mendalam melalui pengalaman belajar yang secara langsung di tengah kehidupan masyarakat.

Kepala SMA Labschool Jakarta, Badru Zaman, menjelaskan, Trip Observasi dirancang untuk menghadirkan berbagai pengalaman kehidupan nyata di desa. Para murid tidak hanya melakukan pengamatan, tetapi juga berbaur dengan aktivitas warga, melakukan pengamatan dan penelitian sederhana, berinteraksi serta berdiskusi dengan masyarakat, hingga melaksanakan kegiatan bakti sosial.Baca juga: KJP Oktober 2026 Kapan Cair? Cek Besaran Dana yang Akan Diterima

“Seperti motto Labschool, yaitu Iman, Ilmu dan Amal, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kepribadian murid SMA Labschool Jakarta yang mandiri dan berwawasan global,” tuturnya, melalui siaran pers, Sabtu (3/10/2026).

Sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, Trip Observasi memberikan kesempatan kepada murid untuk memperoleh pengetahuan aplikatif yang tidak selalu didapatkan melalui pembelajaran di sekolah.

“Anak-anak bisa kembali ke alam kemudian memahami alam secara luas, tahu sumber air di mana, tahu gunung di mana, tahu menanam padi bagaimana, tahu cara memasak secara tradisional bagaimana. Ini adalah pengetahuan yang mungkin tidak didapatkan selama ini di sekolah yang bersifat aplikatif,” katanya.

Dedi berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Trip Observasi dapat memberikan kesan positif bagi para murid. Ia menyampaikan harapan agar murid kembali pulang dengan membawa kebahagiaan.Perwakilan murid, Muhammad Alfarabi Rusadhi, mengatakan pengalaman berada di Banceuy membuat dirinya dan murid lainnya dapat melihat secara langsung kehidupan masyarakat yang lebih sederhana serta nilai kebersamaan yang tumbuh di dalamnya.

“Kami belajar banyak tentang kebersamaan, gotong royong, dan bagaimana masyarakat saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal seperti ini mungkin bisa dipelajari di kelas, tetapi di Banceuy kami bisa melihat dan merasakannya secara langsung,” ujar Alfarabi.

Ia juga mengatakan, interaksi langsung dengan masyarakat memberikan pengalaman berbeda bagi murid-murid lainnya. Kehidupan yang lebih dekat dengan alam membuat proses belajar berlangsung tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman sehari-hari.

Kepala Desa Sanca, Masna, turut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Trip Observasi SMA Labschool Jakarta di Kampung Banceuy. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan pelaksanaan kegiatan yang melibatkan murid dalam kehidupan masyarakat desa.

Topik Menarik