Diangkat Jadi Rais Syuriah PBNU, Kiai Cholil Nafis: Pengurus Harus Siap Melayani Umat
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengumumkan KH M Cholil Nafis sebagai Rais Syuriah PBNU dalam struktur kepengurusan baru untuk masa khidmah 2026–2031 di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Penetapan kepengurusan periode baru ini berdasarkan Surat Keputusan PBNU Nomor: 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Baca juga: Pengurus PBNU 2026-2031 Diumumkan: Gudfan Arif Sekjen, Ainun Na'im Bendum
Dokumen penetapan resmi itu juga telah ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU Prof Muhammad Nuh, Ketua Umum PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz, serta Sekretaris Jenderal PBNU H Gudfan Arif.
Rismon Sianipar Cs Gugat Praperadilan Berulang ke MK, Hakim Konstitusi: Coba Renungkan Kembali
Cholil Nafis menegaskan komitmen mendalam untuk berkhidmah penuh, melayani dan meneruskan cita-cita umat, serta melanjutkan perjuangan para ulama pendiri Nahdlatul Ulama. Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum MUI ini menuturkan posisi Syuriyah bukan hanya sekadar jabatan struktural atau tempat mencari kehormatan pribadi, tetapi sebagai ruang pengabdian yang menuntut kerja keras dan keikhlasan.
"Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, kepengurusan adalah amanah yang sangat berat, bukan kehormatan diri. Menjadi pengurus NU berarti siap mengurus umat, menguatkan jam’iyah, menjaga tradisi keislaman, dan meneruskan perjuangan luhur para ulama," ungkap Cholil Nafis.
Dia mengingatkan kepada seluruh pengurus untuk dapat melayani dan mengurus persoalan umat dengan baik, bukan justru menjadi beban atau masalah untuk organisasi.
"Ungkapan pengurus itu mengurus, bukan menjadi urusan mengandung pesan moral yang sangat dalam. Menjadi pengurus bukanlah memperoleh kedudukan untuk dilayani, melainkan menerima amanah untuk melayani, mengurus, dan menyelesaikan persoalan warga. Seorang pengurus jangan sampai banyak menuntut tetapi sedikit berbuat, banyak meminta dilayani tetapi enggan melayani," ujarnya.










