Profil dan Rekam Jejak Syahganda Nainggolan yang Dilantik Jadi Kepala Bakom RI

Profil dan Rekam Jejak Syahganda Nainggolan yang Dilantik Jadi Kepala Bakom RI

Nasional | okezone | Jum'at, 2 Oktober 2026 - 17:50
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menggantikan Muhammad Qodari, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2026).

Sementara, posisi Muhammad Qodari kini dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Sekretaris sekaligus merangkap Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

"Saya bersumpah, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian petikan sumpah yang dibacakan Prabowo di Istana Negara, Jakarta.

Profil Syahganda Nainggolan

Syahganda Nainggolan lahir di Medan, Sumatera Utara, 27 November 1965. Namanya mulai dikenal sebagai aktivis ketika menjalani masa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1984.

Semasa menjadi mahasiswa, Syahganda aktif dalam gerakan yang menentang pemerintahan Orde Baru. Aktivitas tersebut berujung pada pemberhentiannya dari ITB.

Setelah itu, ia meneruskan pendidikan sarjana di perguruan tinggi swasta. Syahganda kemudian kembali ke ITB untuk mengambil pendidikan magister Program Studi Pembangunan yang diselesaikannya pada 2005.

Pendidikan akademiknya berlanjut hingga jenjang doktoral. Pada 2015, Syahganda meraih gelar doktor dari Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Beralih ke politik, Syahganda diketahui ikut dalam Partai Persatuan Daulat Rakyat (PDR). Setelah meninggalkan partai tersebut, ia mendirikan Partai Merdeka untuk mengikuti Pemilu 1999 pada masa awal Reformasi.

 

Setelah itu, ia juga mencoba masuk di DPR dengan mencalonkan diri sebagai calon legislatif dapil Tangerang dari Partai Merdeka. Partai tersebut dirinya bentuk bersama Adi Sasono dan menjadi peserta Pemilu tahun 2004.

Namun tidak berhenti di sana, karier politiknya kemudian berlanjut saat ia maju sebagai calon anggota DPR melalui Partai Golkar pada Pemilu 2009. Namun, pencalonan tersebut belum membawanya mendapatkan kursi di parlemen.

Selain itu, Syahganda juga mendirikan Sabang Merauke Circle (SMC) pada 2010. Lembaga itu bergerak dalam bidang kajian kebijakan publik.

Melalui SMC, Syahganda aktif menyampaikan pandangan mengenai berbagai isu, mulai dari politik, ekonomi, pembangunan, hingga persoalan kesejahteraan sosial.

Adapun dirinya memiliki latar belakang sebagai akademisi. Sejak 2016, ia tercatat sebagai dosen Jurusan Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta.

Lebih jauh, nama Syahganda kembali menjadi perhatian publik usai terlibat dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang dideklarasikan pada Agustus 2020.

Syahganda masuk dalam jajaran Komite Eksekutif KAMI bersama sejumlah tokoh lainnya. Organisasi tersebut saat itu menyampaikan berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah, termasuk penolakan terhadap Omnibus Law atau UU Cipta Kerja.

Keterlibatan Syahganda dalam menyuarakan pandangan tersebut kemudian membawanya pada proses hukum hingga dijatuhi hukuman penjara.

Hingga puncaknya saat ini, Syahganda kembali masuk dalam pemerintahan setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Bakom RI.

Topik Menarik