5 Personel Polda Jatim Gabung FPU 8 Minusca, Jalankan Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
SURABAYA, iNews.id - Lima personel Polda Jawa Timur terpilih menjadi bagian dari Kontingen Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 8 Minusca. Mereka akan menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah atau Central African Republic (CAR).
Kelima personel tersebut yakni Ipda Dwi Adianto, Brigpol Herlambang Priyo Trapsilo, Brigpol Bagus Firmansyah Aditya, Brigpol Farhana Rizka Isnaini dan Brigpol Wininda Puspita Hapsari Langgeng.
Sebelum bertolak ke wilayah misi, kelima personel tersebut telah menjalani serangkaian pelatihan dan pembinaan secara intensif. Persiapan dilakukan untuk memastikan kemampuan individu sekaligus kekompakan sebagai satu kesatuan FPU.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, para personel telah melewati berbagai tahapan persiapan sebelum diterjunkan dalam misi internasional tersebut.
Kemenag Resmi Perpanjang Pendaftaran AICIS+ 2026, Dorong Partisipasi Luas Civitas Akademika
"Mereka telah mengikuti berbagai tahapan persiapan untuk memastikan kesiapan yang matang, baik dari aspek kemampuan individu maupun soliditas sebagai satu kesatuan Formed Police Unit," ujar Kombes Pol Abast, Jumat (2/10/2026).
Salah satu tahapan yang wajib diikuti adalah Pre-Deployment Training (PDT) FPU 8 MINUSCA. Pelatihan tersebut berlangsung dalam tiga tahap dengan durasi masing-masing 40 hari, 52 hari, dan 30 hari.
Dalam rangkaian pelatihan tersebut, para personel mendapatkan berbagai materi taktis dan operasional yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas di wilayah misi.
Materi yang diberikan meliputi Police Tactics and Techniques, Public Order Management, Firearms Training, Tactical Driving, serta fungsi operasional dan logistik.
Selain kemampuan dasar tersebut, para personel juga dibekali keahlian khusus. Di antaranya Minpers, Liaison Officer, General Affair, Duty Officer, tim medis, SWAT, sniper, hingga instruktur FPU.
Kemampuan bahasa juga menjadi bagian penting dari persiapan. Mengingat wilayah penugasan menggunakan bahasa Prancis, para personel mendapatkan pelatihan bahasa untuk mendukung komunikasi dan koordinasi selama menjalankan misi.
Selain pelatihan teknis, persiapan kontingen juga mencakup sejumlah agenda strategis. Kegiatan tersebut antara lain Joint Training Polwan dan RCMP, Pre-AOC, Assessment of Operational Capability, Command Staff Training, Leadership Training, Ground Handling, serta team building.
"Persiapan ini juga mencakup agenda strategis lainnya, seperti Joint Training Polwan dan RCMP, Pre-AOC, Assessment of Operational Capability, Command Staff Training, Leadership Training, hingga kegiatan Ground Handling dan team building," kata Kombes Abast.
Seluruh rangkaian persiapan kemudian ditutup dengan sejumlah tradisi pelepasan. Kegiatan tersebut meliputi Tradisi Jalan Juang, upacara pembaretan, dan upacara penutupan resmi sebelum kontingen diberangkatkan menuju Afrika Tengah.
Keikutsertaan lima personel Polda Jatim dalam FPU 8 MINUSCA menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung misi pemeliharaan perdamaian dunia di bawah mandat PBB.
"Mereka membawa nama besar Polri dan Polda Jatim dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini. Kami berharap seluruh personel dapat menunaikan tugas dengan profesional, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab," ucapnya.
Kelima personel tersebut selanjutnya akan menjalankan tugas dalam misi internasional dengan membawa nama Indonesia, Polri, dan Polda Jatim di Republik Afrika Tengah.









