Anggaran Rekening Gratis Warga 17 Tahun Tembus Rp3,8 Triliun, Duitnya dari Mana?

Anggaran Rekening Gratis Warga 17 Tahun Tembus Rp3,8 Triliun, Duitnya dari Mana?

Ekonomi | sindonews | Kamis, 24 September 2026 - 14:43
share

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah telah melakukan pemetaan dan pendataan awal terkait potensi jumlah penerima manfaat dari program pembukaan rekening bagi warga yang menginjak usia 17 tahun. Kalkulasi sementara mencatat ada sekitar 74 juta warga berusia 17 tahun yang hingga saat ini belum memiliki rekening perbankan resmi, meski angka tersebut masih dalam tahap pemadanan data.

"Umur 17 tadi kita sudah menghitung sekitar 74 juta, tapi data nanti kita cleansing lagi dan tadi kita butuh dana tertentu, tapi lagi siapkan juga ada program lain selain itu," ujar Airlangga saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga:Buka Rekening Gratis Warga di Atas 17 Tahun, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp3,8 Triliun

Mengenai dukungan finansial program, Airlangga mengonfirmasi bahwa alokasi anggaran sebesar Rp3,8 triliun telah disiapkan dan bersumber penuh dari anggaran negara. “Iya (pakai APBN),” tambah Airlangga.

Skema pemberian rekening dan saldo stimulus ini sebelumnya telah disampaikan kepada Presiden. Pemerintah mengkalkulasi kebutuhan dana berdasarkan proyeksi jumlah warga yang memenuhi kriteria setelah proses pembersihan data selesai dilaksanakan.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan literasi perbankan di kalangan generasi muda. Dengan memiliki rekening sejak usia 17 tahun, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan keuangan formal dan membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Baca Juga:Rekening Gratis Warga di Atas 17 Tahun Bisa Jadi Dormant, Pemerintah Siapkan Insentif

Airlangga menekankan data penerima manfaat akan terus dimutakhirkan melalui proses cleansing untuk memastikan tepat sasaran. Pemerintah juga sedang menyiapkan program lain yang complementary untuk memperkuat dampak kebijakan ini terhadap peningkatan inklusi keuangan nasional.

Topik Menarik