Bayan (BYAN) Akhiri Status Force Majeure, Tiga Anak Usaha Kembali Beroperasi

Bayan (BYAN) Akhiri Status Force Majeure, Tiga Anak Usaha Kembali Beroperasi

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 24 September 2026 - 14:50
share

IDXChannel - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencabut status keadaan kahar atas kewajiban pemenuhan penyediaan batu bara berdasarkan Perjanjian Penyediaan Batu Bara (Coal Supply Agreement) kepada para pelanggan.

Pencabutan status force majeure dilakukan seiring dengan diterbitkannya persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk tiga anak usaha Bayan, yakni PT Tiwa Abadi (TA), PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima (FSP).

"Dengan diterimanya persetujuan atas perubahan RKAB Tahun 2026 tersebut, maka TA, TJ, dan FSP dapat kembali melakukan persiapan kegiatan operasional pertambangan batubara," ujar Direktur Bayan Resources Alastair Gordon Christopher McLeod dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/9/2026).

Melalui perubahan RKAB 2026 tersebut, ketiga anak usaha BYAN memperoleh tambahan kuota produksi batu bara hingga 20 juta ton.

Alastair berharap TA, TJ, dan FSP dapat segera melaksanakan kegiatan operasional pertambangan batu bara sehingga memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Adapun persetujuan perubahan RKAB untuk ketiga anak usaha Bayan ini terbit setelah Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement (CSPA) dengan PT Jhonlin Baratama, kelompok usaha yang dimiliki oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Dalam perjanjian tersebut, Jhonlin Baratama sepakat membeli sebanyak 10.000.000.500 saham BYAN yang dimiliki oleh Low Tuck Kwong dan Elaine Low.

Berdasarkan data kepemilikan saham Agustus 2026, Low Tuck Kwong tercatat memiliki sekitar 13,42 miliar saham BYAN atau setara dengan 40,25 persen. Sementara itu, Elaine Low menguasai sekitar 7,33 miliar saham atau sekitar 22 persen.

Dengan demikian, total kepemilikan saham Low Tuck Kwong dan Elaine Low mencapai sekitar 20,75 miliar saham atau setara dengan 60,25 persen saham BYAN.

Jika transaksi pengalihan saham tersebut terealisasi, Haji Isam berpotensi menguasai sekitar 30 persen saham BYAN.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik