Subsidi Energi dan Kompensasi Membengkak 52,1, Pemerintah Sudah Kucurkan Rp331,4 Triliun

Subsidi Energi dan Kompensasi Membengkak 52,1, Pemerintah Sudah Kucurkan Rp331,4 Triliun

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 18 September 2026 - 14:30
share

Realisasi pembayaran subsidi dan kompensasi kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) tercatat mencapai Rp331,4 triliun hingga akhir Agustus 2026. Angka ini melonjak signifikan sebesar 52,1 dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp218 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan, bahwa total pembayaran Rp331,4 triliun tersebut terbagi atas pos subsidi sebesar Rp177,1 triliun dan kompensasi senilai Rp154,4 triliun. "Sudah kita bayarkan sebesar Rp331,4 triliun. Pembayaran kompensasi dilakukan sekarang bulanan dan subsidi dibayarkan bulanan oleh PLN dan Pertamina," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).

Suahasil menjelaskan, bahwa percepatan serta peningkatan pembayaran subsidi dan kompensasi secara berkala ini bertujuan untuk menjaga ruang likuiditas arus kas (cash flow) kedua BUMN tersebut, sehingga pasokan komoditas yang harganya diatur pemerintah (administered prices) tetap terjamin.

Baca Juga: Subsidi Energi dan Kompensasi Bisa Tembus Rp700 Triliun, Bagaimana Kondisi APBN?

"Ini tentu kita maksudkan agar PLN dan Pertamina punya keleluasaan cash agar bisa menyediakan barang-barang yang harganya diatur pemerintah, barang-barang yang harganya disubsidi," ujarnya.

Peningkatan realisasi belanja subsidi dan kompensasi ini juga diiringi oleh pertumbuhan volume konsumsi barang bersubsidi di masyarakat, yang menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi domestik terus melaju. Terpantau volume BBM tumbuh 8,8, LPG 3 Kg meningkat 2,6, lalu pelanggan listrik bersubsidi bertambah 2,1, dan Pupuk Bersubsidi melonjak 23,4, serta Debitur KUR naik 5,9.

"Barang-barang yang mendapatkan subsidi, penggunaannya meningkat oleh masyarakat. Oleh karena itu, ekonomi masyarakat terus bergerak," kata Suahasil.

Baca Juga: Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi Rp272,9 Triliun, ESDM Singgung Pelemahan Rupiah

Suahasil menegaskan, bahwa komitmen pengucuran dana subsidi dan kompensasi energi ini menjadi langkah krusial pemerintah dalam menjaga keterjangkauan daya beli masyarakat serta kepastian pasokan energi nasional. "Ini yang saya maksud ekonomi berjalan terus. Salah satunya didukung oleh harga barang yang diatur pemerintah, memang ada subsidi dan kompensasi yang kita bayarkan," pungkasnya.

Topik Menarik