Kementerian Kebudayaan Umumkan Pemenang Film Narasi Kepahlawanan 2026

Kementerian Kebudayaan Umumkan Pemenang Film Narasi Kepahlawanan 2026

Nasional | sindonews | Minggu, 6 September 2026 - 21:28
share

Kementerian Kebudayaan mengumumkan pemenang sayembara produksi film bernarasi tentang kepahlawanan. Dalam acara Pengumuman Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan, telah dihasilkan 20 pemenang program ini. Sebanyak tujuh pemenang ditetapkan dari kategori Film Panjang dan 13 pemenang dari kategori Film Pendek.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 merupakan langkah afirmatif untuk memperkuat genre film kepahlawanan dalam ekosistem perfilman nasional. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kembali berbagai peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui medium sinema yang lebih dekat dengan masyarakat. Baca juga:5 Film Nasionalis Bertema Pahlawan, Cocok Ditonton di Hari Kemerdekaan

“Genre film kepahlawanan membutuhkan afirmasi agar semakin berkembang dalam ekosistem perfilman Indonesia. Melalui film, peristiwa-peristiwa penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945 hingga 1950 dapat dihadirkan secara lebih dekat dan menarik kepada masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kepahlawanan, patriotisme, nasionalisme, dan keteladanan,” katanya di Graha Utama, Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Fadli Zon menilai karya-karya yang terpilih memiliki potensi untuk memperkaya khazanah perfilman Indonesia. Sekaligus membuka ruang kolaborasi antara sineas dan berbagai bidang keahlian yang terkait dengan sejarah dan kebudayaan.

“Kita ingin film-film ini selain kuat secara artistik dan sinematik, tetapi juga berbasis riset dan akurat secara historis. Lebih dari itu, film-film tersebut harus mampu menghidupkan kembali literasi kepahlawanan dan membuat generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, semakin dekat dengan sejarah serta nilai-nilai perjuangan bangsa,” tuturnya.Pengumuman pemenang disampaikan setelah seluruh proposal mengikuti rangkaian proses seleksi. Meliputi pemeriksaan administrasi, penilaian proposal dan naskah, presentasi atau pitching, hingga rapat pleno dewan juri.

Sejumlah aspek penilaian proposal menjadi dasar pemilihan pemenang. Antara lain kekuatan gagasan, kualitas dan relevansi cerita, kesiapan produksi, pendekatan sinematik, serta kesesuaian narasi dengan konteks peristiwa perjuangan bangsa Indonesia pada periode 1945–1950.

Selama proses pendaftaran Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 yang berlangsung pada 10 Juli-10 Agustus 2026, Kementerian Kebudayaan menerima 143 proposal. Terdiri atas 54 proposal kategori Film Panjang dan 89 proposal kategori Film Pendek.

Proposal tersebut menghadirkan beragam gagasan dan perspektif mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta dinamika sosial dan kemanusiaan yang berlangsung pada periode 1945–1950. Seluruh proposal kemudian mengikuti proses seleksi sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan dalam pedoman program.

Untuk menjaga proses penilaian berlangsung secara komprehensif, Kementerian Kebudayaan melibatkan para sineas dan sejarawan sebagai dewan juri. Keterlibatan kedua unsur tersebut memberikan pertimbangan terhadap aspek artistik dan sinematik, kualitas penceritaan, kesiapan produksi, serta ketepatan dalam menggambarkan peristiwa dan konteks sejarah yang menjadi latar cerita. Pada kategori Film Pendek, dewan juri terdiri atas sineas Putrama Pradjawasita, Perlita Desiani, dan Angkasa Ramadhan; bersama sejarawan Hasril Chaniago dan Mahpudi. Sementara itu dewan juri kategori Film Panjang dari unsur sineas terdiri atas Tesadesrada Ryza, Salman Aristo, Tumpal Christian Pratama, Happy Salma, Nurman Hakim, Asaf Antariksa Riyanto, serta R.A.J. Siti N. Kusumastuti. Unsur sejarawan diwakili oleh M. Yuanda Zara dan G. Ambar Wulan. Baca juga:Kementerian Kebudayaan Tetapkan 1.172 Cagar Budaya Peringkat Nasional 2026

Perwakilan dewan juri, Tesadesrada Ryza mengatakan, seluruh proposal telah melalui pembahasan mendalam dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang telah ditetapkan dalam pedoman program. Proposal-proposal yang diterima menunjukkan keragaman sudut pandang dan pendekatan kreatif dalam memaknai perjuangan bangsa.

”Pemilihan calon pemenang dilakukan melalui pembahasan yang menyeluruh dengan mempertimbangkan kekuatan cerita, pendekatan sinematik, kesiapan produksi, serta potensi setiap gagasan untuk dikembangkan menjadi karya film yang utuh, menarik, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Topik Menarik