Giliran Gunung Semeru Meletus, Semburan Kolom Abu Capai 1 Kilometer

Giliran Gunung Semeru Meletus, Semburan Kolom Abu Capai 1 Kilometer

Nasional | sindonews | Minggu, 6 September 2026 - 14:52
share

Letusan gunung berapi secara beruntun terjadi di Indonesia. Setelah Gunung Sinabung dan Gunung Anak Krakatau meletus, maka giliran Gunung Semeru yang berada di wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026). Letusan yang terjadi pukul 07.51 WIB tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik hingga sekitar 1.000 meter atau 1 kilometer di atas puncak.

Erupsi terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter. Aktivitas letusan berlangsung selama 102 detik.

Baca juga: Gunung Semeru Meletus 8 Kali sejak Dini Hari, Status Siaga!

Petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, Sigit Rian Alfian melaporkan kolom abu yang keluar saat erupsi teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu vulkanik bergerak menuju timur.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 07:51 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ±1.000 meter di atas puncak," demikian laporan Badan Geologi yang disampaikan pada Minggu (6/9/2026).

Seiring aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi rekomendasi keselamatan dan menjauhi sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak erupsi.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran 6 Km

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta menjauhi area dalam radius 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah tersebut masih berpotensi dilanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.PVMBG juga melarang aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan ini dinilai berbahaya karena masih berpotensi terkena lontaran batu pijar.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, guguran lava, serta lahar yang sewaktu-waktu dapat meluncur melalui aliran sungai maupun lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Potensi bahaya tersebut terutama perlu diwaspadai di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Ancaman lahar juga dapat muncul di sejumlah sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

PVMBG mengimbau warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru untuk selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dan mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan.

Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona rawan bencana demi menghindari risiko akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

Topik Menarik