Otak di Balik Serangan 9/11 di AS Akan Diadili pada 2028

Otak di Balik Serangan 9/11 di AS Akan Diadili pada 2028

Global | sindonews | Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:47
share

Seorang hakim militer Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu menetapkan tanggal 5 Juni 2028 sebagai jadwal persidangan bagi Khalid Sheikh Mohammed, pria yang diduga sebagai otak di balik serangan teroris 11 September 2001 atau serangan 9/11 di AS. Selain Mohammed, ada tiga terdakwa lainnya yang akan menjalani sidang.

Keputusan yang dikeluarkan oleh Letnan Kolonel Angkatan Udara Michael A. Schrama ini muncul hampir 25 tahun setelah serangan yang menewaskan hampir 3.000 orang tersebut, dan lebih dari dua dekade setelah penangkapan Mohammed.

Baca Juga: Membongkar Tragedi 9/11 dan Alasan Osama bin Laden Menyerang AS

Jaksa penuntut sebelumnya mengusulkan agar persidangan dimulai pada Januari 2027, namun Schrama memutuskan bahwa diperlukan waktu tambahan.

"Tanggal persidangan yang realistis harus memperhitungkan waktu untuk sidang dan penyelesaian mosi praperadilan terkait bukti serta kepatuhan prosedur," paparnya, seperti dikutip dari AP, Kamis (27/8/2026).

Perintah tersebut menetapkan berbagai tahapan penting dan tenggat waktu, yang dia gambarkan sebagai "kerangka kerja menyeluruh" menuju persidangan pokok perkara.Mohammed, warga negara Pakistan yang telah lama ditahan di pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo, Kuba, ditangkap di Pakistan pada tahun 2003 dan dipindahkan ke Guantanamo pada tahun 2006.

Dia dituduh merancang dan mengarahkan rencana serangan di mana pesawat penumpang yang dibajak menabrak menara kembar World Trade Center (WTC) dan Pentagon, sementara pesawat keempat jatuh di sebuah lapangan di Pennsylvania.

Dia akan diadili bersama Walid bin Attash, Ali Abdul Aziz Ali (yang juga dikenal sebagai Ammar al-Baluchi), dan Mustafa al-Hawsawi. Keempatnya termasuk di antara tahanan terakhir yang masih berada di Guantanamo dan menghadapi ancaman hukuman mati jika dinyatakan bersalah atas kejahatan perang dan pembunuhan terkait serangan tersebut.

Kasus ini telah mengalami penundaan berulang kali. Persidangan sebelumnya sempat dijadwalkan pada tahun 2021 namun dibatalkan.

Tahun lalu, pengadilan banding federal membatalkan kesepakatan pengakuan bersalah yang memungkinkan Mohammed dan dua terdakwa lainnya mengaku bersalah dengan imbalan hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat, sehingga meniadakan opsi hukuman mati.Perselisihan utama dalam kasus ini berkaitan dengan bukti-bukti yang diperoleh setelah para terdakwa ditahan di lokasi penahanan rahasia CIA, tempat metode interogasi keras diterapkan.

Schrama saat ini masih memproses mosi untuk menolak penggunaan pengakuan dan pernyataan tertentu sebagai bukti. Mohammed sendiri mengatakan kepada sebuah tribunal pada tahun 2007: "Saya bertanggung jawab atas operasi 9/11, dari awal hingga akhir."

Jadwal sidang pada 2028 tersebut masih bersifat sementara dan bisa saja mundur lebih jauh jika tenggat waktu praperadilan tidak terpenuhi.

Topik Menarik