Trump Plinplan: Dulu Bilang 90 Mojtaba Khamenei Tewas, Sekarang Yakin Masih Hidup

Trump Plinplan: Dulu Bilang 90 Mojtaba Khamenei Tewas, Sekarang Yakin Masih Hidup

Global | sindonews | Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:33
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei masih hidup. Ini bertentangan dengan pernyataan Trump pada pertengahan Juli lalu yang menyebut 90 persen Mojtaba telah tewas dalam serangan AS dan Israel.

Trump menyampaikan komentar terbarunya setelah majalah The Atlantic melaporkan bahwa Teheran sedang "ramai dengan rumor baru" mengenai kematian Mojtaba Khamenei.

Baca Juga: Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90 Mojtaba Khamenei Telah Tewas

"Saya rasa dia tidak meninggal," ujar Trump kepada penyiar radio Glenn Beck, yang menanyakan perihal laporan The Atlantic tersebut dalam sebuah wawancara pada 26 Agustus.

"Dia terluka sangat parah. Sisi kiri tubuhnya—lengan, kaki, semuanya. Dia terluka sangat parah, tetapi menurut saya dia tidak meninggal," lanjut Trump, seperti dikutip dari USA TODAY, Kamis (27/8/2026).

Trump mencatat bahwa para negosiator Iran kerap berbicara tentang upaya mendapatkan persetujuan Mojtaba Khamenei. "Jadi, jika [Mojtaba] Khamenei sudah meninggal, mereka sedang memainkan sandiwara yang cukup meyakinkan," katanya."Mereka terus-menerus berbicara tentang rencana kembali menemui dia untuk mendapatkan restu akhir atas berbagai hal," imbuh Trump.

AS dan Israel menewaskan sebagian besar pimpinan senior Iran dalam gelombang serangan awal, termasuk mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, ayah dari Mojtaba Khamenei.

Sebuah gambar diam dari rekaman arsip tanpa tanggal yang dirilis oleh media Iran pada 24 Agustus 2026 memperlihatkan Mojtaba Khamenei sedang menghadiri sebuah pertemuan di lokasi yang tidak diketahui, sebelum dia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Mojtaba Khamenei (56) dengan cepat ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Majelis Ahli Iran—sebuah kelompok yang terdiri dari 88 ulama—memilih ulama berpangkat menengah yang memiliki pengaruh di kalangan aparat keamanan dan jaringan bisnis negara tersebut untuk menggantikan ayahnya, dan mengumumkan keputusan itu pada 8 Maret.

Namun, Mojtaba Khamenei tidak terlihat di hadapan publik sejak pengumuman tersebut. Menurut laporan The Atlantic, dia tidak hadir dalam acara penghormatan terakhir bagi almarahum ayahnya baru-baru ini, dan tidak ada foto, video, ataupun rekaman suara terbaru yang menampilkan dirinya.Trump mengungkapkan kekesalannya terhadap para negosiator Iran dalam wawancara dengan Beck, dengan mengatakan, "Anda membuat kesepakatan dengan mereka...mereka bukanlah kelompok yang paling terhormat, saya bisa katakan itu."

Pada pertengahan Juli lalu, Trump mengatakan bahwa dia yakin Mojtaba Khamenei 90 persen telah tewas.

"Mereka tidak memiliki Angkatan Laut, mereka tidak memiliki Angkatan Udara, semuanya telah hilang. Pertahanan anti-pesawat mereka telah hilang, para pemimpin mereka semuanya telah terbunuh, para pemimpin terbaik mereka telah terbunuh," kata Trump, dalam sebuah wawancara dengan Fox Newssaat itu.

Trump lebih lanjut mengeklaim bahwa para pemimpin terbaik Iran telah terbunuh dalam perang tersebut. "Mereka telah tiada. Khomeini telah tiada," katanya, menggunakan nama pemimpin revolusioner Iran yang meninggal pada tahun 1989, yang mana Trump salah sebut ketika merujuk pada sosok Ali Khamenei. "Putranya 90 persen telah tiada," imbuh Trump.

Topik Menarik