Pasbata Minta Pernyataan Budi Arie Jangan Dijadikan sebagai Polemik Baru

Pasbata Minta Pernyataan Budi Arie Jangan Dijadikan sebagai Polemik Baru

Nasional | sindonews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:25
share

Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan dinamika politik sebelum 2029 tidak perlu dijadikan polemik baru. Pernyataan Budi Arie harus dibaca secara utuh sebagai respons terhadap dinamika politik yang sebelumnya telah muncul di ruang publik.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo, David Febrian menanggapi polemik pernyataan Budi Arie Setiadi baru-baru ini. Menurut David, konteks awal yang perlu dilihat adalah munculnya pernyataan mengenai kemungkinan Presiden Prabowo Subianto tidak menyelesaikan masa jabatan hingga 2029 serta dorongan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur.

“Apakah jawaban Ketua Umum Projo kemudian harus menjadi polemik? Menurut saya tentu tidak. Jangan di balik persoalannya. Kita harus melihat terlebih dahulu pernyataan-pernyataan Denny Indrayana yang menurut saya sangat serampangan karena sudah berbicara mengenai kemungkinan Presiden Prabowo tidak sampai akhir masa jabatan dan mendorong Mas Gibran mundur,” katanya, Selasa (25/8/2026).

Baca juga: Sebut Kemungkinan Percepatan Sejarah dari 2029, Budi Arie Dinilai Mimpi di Siang Bolong

David mengatakan, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pandangan politik. Namun, kebebasan tersebut menurutnya harus disertai tanggung jawab, termasuk terhadap konsekuensi dari pernyataan yang disampaikan kepada publik.

“Denny Indrayana boleh berbicara, itu hak beliau. Tetapi saya juga berhak membaca muatan politik dari pernyataan tersebut. Saya punya penilaian mengenai ke mana arah dan kepada siapa pesan politik itu ditujukan. Tetapi saya tidak akan menuduh tanpa bukti. Yang jelas, jangan kemudian respons terhadap sebuah pernyataan justru dipersoalkan sementara pernyataan awalnya dilupakan,” ujarnya.

David menilai, respons terhadap sebuah pernyataan tidak seharusnya dilepaskan dari sebab dan konteks yang melatarbelakanginya. “Kalau ada orang melempar wacana Presiden tidak sampai 2029, lalu ada pihak yang mengatakan kita harus siap menghadapi segala kemungkinan, jangan potongan responsnya saja yang kemudian digoreng. Lihat sebab dan konteks awalnya. Itu yang saya maksud dengan membaca persoalan secara utuh,” katanya.

David menegaskan, pihaknya tidak bermaksud mencari musuh ataupun menuduh pihak tertentu. Namun, organisasinya akan tetap mencermati setiap perkembangan politik yang berpotensi memengaruhi pemerintahan.

“Kami berdiri untuk menjaga pemerintahan Prabowo–Gibran sesuai mandat konstitusi. Kami tidak mencari musuh dan tidak menuduh siapa pun. Tetapi setiap dinamika yang berpotensi mengganggu pemerintahan akan kami cermati. Kami pantau, kami catat, dan kami akan bicara berdasarkan fakta,” ucapnya.

Topik Menarik