Prabowo Ungkap Penanganan Bencana Aceh-NTT Sangat Cepat dan Masif
Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia tengah banyak mengalami cobaan. Pemerintah terus berupaya untuk mengatasi bencana yang terjadi dengan cepat.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam groundbreaking PLTS 100 GWp di Jembrana, Denpasar, Bali, Selasa (25/8/2026). "Ini saya sampaikan pada kesempatan ini karena kita walaupun menghadapi cobaan, walaupun menghadapi rintangan, hambatan, kita kuat. Kita mampu. Kita buktikan terus," ujarnya.
Baca juga: Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa M7,7 NTT
"Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir," lanjutnya.
Sebagai presiden, dia memiliki kewajiban mengelola seluruh aset negara. Karenanya, dia ingin aset negara dikelola dengan baik."Kekuatan negara ini intinya adalah bahwa semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme cinta Tanah Air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar. Karena itu penyelewengan, korupsi harus kita perangi, harus kita berantas sampai ke akar-akarnya," tegasnya.
"Kita harus punya tekad itu, walaupun banyak pihak yang selalu nyinyir dan memandang bahwa kita tidak sungguh-sungguh, kita sungguh-sungguh," sambungnya.
Dengan aset yang dikelola dengan baik itu, Prabowo menilai penanganan bencana bisa dilakukan dengan maksimal.
"Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang? Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu," ungkapnya.
Namun demikian, Prabowo mengaku masih belum puas. Dia ingin pengelolaan keuangan negara terus diperketat. "Kita belum puas. Kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," ucapnya.









