New Front Group Siapkan Investasi USD1 Miliar Bangun Ekosistem Motor Listrik RI

New Front Group Siapkan Investasi USD1 Miliar Bangun Ekosistem Motor Listrik RI

Ekonomi | sindonews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:40
share

Perusahaan teknologi asal Tiongkok, New Front Group, menyiapkan investasi awal lebih dari USD1 miliar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Investasi tersebut mencakup pembangunan fasilitas manufaktur di Karawang dan Subang, Jawa Barat, serta pengembangan jaringan kendaraan, baterai, dan layanan penukaran baterai.

"Inisiatif ini bukan hanya tentang menghadirkan teknologi dari luar negeri, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut dapat menjadi katalis perubahan, membuka peluang baru, menciptakan lapangan kerja, membangun talenta masa depan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri teknologi global," kata Achmad Taufan Soedirdjo dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga:Motor Listrik Lipat Diperkenalkan, Hilangkan Kekhawatiran saat Parkir

Achmad Taufan Soedirdjo yang membuka ruang kolaborasi strategis untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan teknologi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta industri nasional.

New Front Group akan bekerja sama dengan mitra investasi Danantara untuk membangun pabrik perakitan kendaraan, perusahaan motor dan kontrol elektrik, serta kawasan industri pendukung komponen lokal. Rencana tersebut diarahkan untuk mendukung peta jalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang menargetkan kandungan lokal 60 pada 2027–2029 dan 80 pada 2030.

Perusahaan memproyeksikan investasi itu membuka lebih dari 100.000 lapangan kerja dan melibatkan lebih dari 30 pemasok komponen dalam negeri. Pengembangan tenaga kerja lokal juga mencakup bidang teknologi, rekayasa, penelitian dan pengembangan, digital, distribusi, serta layanan purnajual.Dalam pengembangan produknya, New Front Group mengusung konsep Energy-Powered Mobile Intelligent Agent, yaitu integrasi AI dengan kendaraan pintar, robot, dan perangkat mobilitas lainnya. Konsep tersebut diwujudkan melalui sistem Vehicle–Battery–Swap Cabinet–Cloud yang menghubungkan kendaraan listrik, baterai tukar cepat, kabinet penukaran otomatis, dan platform AI Cloud.

Sistem tersebut memungkinkan pemantauan kondisi baterai secara waktu nyata, diagnostik kendaraan dari jarak jauh, serta optimalisasi armada untuk kebutuhan komuter, pengantaran, logistik, dan layanan pemerintahan. Achmad Taufan disebut turut membuka ruang kolaborasi strategis bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan industri nasional.

Baca Juga::Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik Rp3 Juta/Unit, Kapan Diberikan?

Dalam peta jalan empat tahap yang mencakup merek, infrastruktur, industri, dan global, perusahaan menargetkan penjualan awal 200.000 unit per tahun di lebih dari 100 kota, dengan dukungan 300 gerai penjualan dan layanan. New Front Group juga menargetkan pembangunan lebih dari 2.000 titik layanan energi dan penukaran baterai di 30 kota utama, serta menjadikan Indonesia basis ekspor ke ASEAN, Timur Tengah, Afrika, dan pasar global lainnya.

Pada 2030, perusahaan menargetkan penjualan global mencapai 2 juta unit per tahun dan pendapatan USD2,5 miliar. Ekspansi tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok dan inovasi kendaraan listrik regional, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor teknologi, rekayasa, riset, distribusi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Topik Menarik