Kanada Tak Gentar Lawan Perang Tarif AS: Balas Dolar demi Dolar
Hubungan dagang antara Kanada dan Amerika Serikat (AS) berada di ambang krisis usai negosiasi perdagangan intensif yang berlangsung sejak Juli 2026 lalu mendadak runtuh. Perdana Menteri Kanada, Mark Carney mengumumkan, penangguhan negosiasi dan langsung memerintahkan penarikan tim negosiator kembali ke Ottawa.
Sebagai bentuk perlawanan, Kanada mengonfirmasi akan memberlakukan tarif impor balasan secara imbang -Dolar demi Dolar- terhadap produk-produk impor asal Negeri Paman Sam -julukan AS-. Langkah tegas ini diambil setelah AS menerapkan tarif impor baru sebesar 50 terhadap berbagai komoditas Kanada yang berlaku mulai Sabtu (22/8) kemarin.
Baca Juga: Negosiasi Dagang AS-Kanada Gagal, Trump Gebuk Tarif Baru 50Sebelum tenggat waktu, kedua belah pihak sempat optimistis dapat mencapai kesepakatan untuk memangkas tarif baja dan aluminium dari 50 menjadi 25, serta tarif otomotif dari 25 menjadi 15. Namun pembicaraan mendadak gagal menyusul tuduhan perubahan syarat secara sepihak dari pihak AS.
PM Mark Carney lantas menyatakan sikap tegas, lantaran Ia menilai perubahan mendadak yang diajukan AS bersifat tidak adil, tidak ekonomis, dan merusak keandalan komitmen negosiasi. Hal itu langsung direspons oleh Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer yang mengaku kecewa dan mengklaim bahwa Kanada menarik kembali komitmen yang sebelumnya telah disepakati serta memunculkan tuntutan baru.Baca Juga: AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50
Akar ketegangan dimulai saat AS menuntut pembukaan akses pasar produk olahan susu (dairy) serta penghapusan larangan penjualan minuman beralkohol (spirits) AS di toko-toko Kanada yang sempat anjlok hingga lebih dari 70.
Dampak Perang Tarif Kanada-AS
Keputusan Presiden Donald Trump yang memanfaatkan undang-undang era depresi (Tariff Act of 1930) untuk mengenakan tarif 50 pada komoditas seperti susu, pakaian, semen, hingga peralatan hoki diperkirakan akan memukul keras perekonomian kedua negara.Sektor industri dan Kamar Dagang Kanada menyebut perang tarif ini sebagai "pukulan telak bagi daya saing Amerika Utara". Kamar Dagang menyuarakan kekhawatiran para eksportir kecil yang kini terancam tidak mampu membiayai operasional dan gaji karyawan mereka.










