Kilau Emas Dunia Pecahkan Rekor 3 Bulan, Sinyal Dolar AS Mulai Melemah

Kilau Emas Dunia Pecahkan Rekor 3 Bulan, Sinyal Dolar AS Mulai Melemah

Ekonomi | sindonews | Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:47
share

Setelah meredup sepanjang musim panas, kilau logam mulia mendadak kembali menyilaukan pasar finansial global. Harga emas berjangka (gold futures) melonjak sekitar 2 hingga menyentuh angka USD4.661,70 per ons, mencatatkan level tertinggi dalam tiga bulan terakhir.

Skenario serupa dialami perak yang melesat ke level USD70,08 per ons untuk pertama kalinya menembus ambang batas USD70 sejak pertengahan Juni. Dalam sepekan terakhir, kedua logam mulia ini mencatatkan reli harga mengesankan dengan kenaikan kumulatif sekitar 5.

Analis pasar menunjuk dua faktor fundamental yang menjadi mesin penggerak utama di balik lonjakan harga logam mulia pekan ini. Pertama yakni dipengaruhi indeks dolar AS. Baca Juga: Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar

Analis Saxo Bank, Ole S. Hansen mencatat, bahwa melandainya indeks dolar AS ke level terendah dalam tiga bulan menjadi pendorong utama meroketnya harga komoditas global. Dolar yang melemah membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

Lalu ada sinyal buyback obligasi AS, dimana Kepala Strategi UBS Group AG, Bhanu Baweja menilai, pengumuman Departemen Keuangan AS untuk melipatgandakan pembelian kembali (buyback) obligasi pemerintah tenor 10 hingga 30 tahun sebagai "sinyal sangat krusial" yang memberikan angin segar bagi pergerakan emas.Baca Juga: 5 Negara Pemilik Harta Karun Emas Terbesar di Dalam Tanah, Indonesia Urutan Berapa?

Langkah reli ini menjadi momen balik yang krusial setelah kuartal kedua yang berat. Pada kuartal yang berakhir 30 Juni lalu, emas sempat kehilangan 16 valuasinya-mencatatkan performa kuartalan terburuk dalam lebih dari satu dekade.

Kendati demikian, lonjakan harga saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat dicetak pada akhir Januari lalu, di mana emas menyentuh puncak USD5.600 dan perak menembus USD121 per ons akibat ketegangan geopolitik dan ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Proyeksi Suku Bunga Federal Reserve

Arah pergerakan emas selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed). Suku bunga yang tinggi umumnya menekan daya tarik emas karena meningkatkan imbal hasil obligasi.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan Desember mendominasi di angka 70,9, jauh lebih tinggi dibandingkan peluang kenaikan pada pertemuan September atau Oktober.

Topik Menarik