Jakarta Jadi Markas Koalisi Asia Pasifik untuk Palestina

Jakarta Jadi Markas Koalisi Asia Pasifik untuk Palestina

Nasional | sindonews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 14:07
share

Koalisi Asia Pasifik untuk Quds dan Palestina (APCQP) resmi membuka kantor pusat (headquarter/HQ) di kawasan Matraman, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Peresmian itu dihadiri sejumlah tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga filantropi, serta perwakilan masyarakat sipil yang selama ini aktif mendukung perjuangan Palestina.

Presiden APCQP Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, pembukaan kantor pusat tersebut merupakan tindak lanjut salah satu resolusi Konferensi Asia Pasifik untuk Quds dan Palestina yang digelar di Jakarta pada 2025. Dalam forum tersebut, Indonesia dipercaya menjadi pusat koordinasi gerakan solidaritas Palestina di kawasan Asia Pasifik.

Menurut Sudarnoto, kepercayaan itu diberikan karena posisi Indonesia yang dinilai strategis, baik sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia maupun karena peran geopolitiknya yang penting di tingkat global.

Baca Juga: Jerman, Prancis, dan PBB Kecam Ben-Gvir karena Minta Tentara Israel Bunuh 40 Warga Gaza Per Malam

"Indonesia itu negara Muslim terbesar di dunia. Dan yang kedua, posisi Indonesia yang sangat strategis baik secara geografis maupun geopolitik. Itu sebabnya peran Indonesia sangat diharapkan dalam isu Palestina," ujar Sudarnoto.Ia menjelaskan, masyarakat internasional menaruh harapan besar kepada Indonesia, baik melalui peran pemerintah maupun masyarakat sipil. Pemerintah diharapkan aktif dalam forum-forum internasional untuk mendorong solusi konkret bagi Palestina, sementara organisasi masyarakat sipil terus memperkuat gerakan solidaritas dan advokasi kemanusiaan.

"Tantangan yang dihadapi masyarakat Palestina dan Gaza hari ini luar biasa. Karena itu pemerintah harus memainkan peran penting dan masyarakat sipil terus bergerak. Ekspektasi masyarakat internasional kepada Indonesia sebagai negara itu cukup kuat," katanya.

Sudarnoto menambahkan, kekuatan masyarakat sipil Indonesia juga menjadi salah satu alasan utama mengapa Indonesia dipercaya menjadi pusat koordinasi gerakan tersebut. Menurut dia, Indonesia memiliki jaringan organisasi kemasyarakatan, lembaga filantropi, dan kelompok solidaritas Palestina yang besar dan aktif.

"Kita punya kekuatan pembela Palestina yang jumlahnya cukup banyak, kita punya filantropi yang jumlahnya ratusan. Kalau disinergikan, itu menjadi kekuatan yang luar biasa," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kepercayaan kepada Indonesia bermula saat negara ini ditunjuk menjadi tuan rumah Konferensi Asia Pasifik untuk Quds dan Palestina yang dihadiri delegasi dari sekitar 20 negara. Dalam konferensi tersebut, negara-negara peserta secara aklamasi menyepakati Indonesia sebagai markas besar koalisi."Ada usulan dari Filipina agar Indonesia memainkan peran itu dan seluruh peserta menyetujuinya. Tidak ada pemilihan, tetapi disepakati secara aklamasi. Karena itu Indonesia diberi kepercayaan menjadi pusat koordinasi gerakan ini," kata Sudarnoto.

Menurut dia, amanah tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat dukungan terhadap Palestina sekaligus mempererat sinergi antara masyarakat sipil dan pemerintah Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Kami melihat kepercayaan ini harus diambil bukan saja untuk kepentingan kekuatan sipil, tetapi juga untuk Palestina, dan meyakinkan kepada pemerintah bahwa kami berada bersama pemerintah," ucapnya.

Sudarnoto menjelaskan, Kantor Pusat APCQP tidak hanya berfungsi sebagai pusat koordinasi organisasi, tetapi juga menjadi simpul yang menghubungkan berbagai gerakan masyarakat sipil Asia Pasifik dalam mendukung Palestina. Fokus kerja yang akan dikembangkan mencakup advokasi, literasi, penguatan gerakan Sumud Flotilla, hingga pembangunan jejaring solidaritas lintas negara dan lintas sektor.

Kepala Kantor APCQP Irvan Nugraha mengatakan, kantor tersebut juga akan difungsikan sebagai ruang edukasi publik mengenai situasi kemanusiaan di Gaza. Salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah mini museum yang menampilkan dokumentasi dan kesaksian terkait tragedi kemanusiaan yang terjadi di wilayah tersebut."Genosida yang terjadi hingga kini di Gaza adalah tragedi kemanusiaan yang sangat brutal. Dari Gaza kita melihat kejahatan Zionis Israel yang telah melampaui batas teritori, hukum internasional, hingga batas-batas akal sehat kemanusiaan," kata Irvan.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Safira Machrusah menyambut baik pembukaan kantor pusat APCQP di Jakarta. Menurut dia, kehadiran markas koalisi tersebut menjadi langkah baru dalam memperkuat dukungan dan kerja sama internasional bagi perjuangan Palestina.

Ia mengatakan selama ini MUI aktif membangun kerja sama internasional dan menyampaikan berbagai sikap terkait isu Palestina, baik kepada kelompok masyarakat maupun pemerintah. Karena itu, kehadiran kantor pusat APCQP di Jakarta diharapkan dapat memperkuat sinergi berbagai elemen dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

"Atas nama Majelis Ulama Indonesia, saya menyampaikan selamat atas dibukanya kantor Headquarter Asia Pacific Coalition Quds and Palestine. Ini merupakan sesuatu yang sangat baru," kata Safira.

Pengelolaan dan penguatan kantor pusat APCQP turut didukung sejumlah lembaga filantropi. Dengan hadirnya kantor pusat di Jakarta, APCQP berharap dapat memperkuat konsolidasi gerakan solidaritas Asia Pasifik untuk Palestina sekaligus memperluas advokasi dan literasi kemanusiaan bagi rakyat Gaza.

Topik Menarik