Penasihat Ahli Kapolri Apresiasi Kapolda Metro-Pangdam Jaya Gelar Apel Kebangsaan Jaga Jakarta
Sinergitas Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi dalam memimpin Apel Kebangsaan Jaga Jakarta di Lapangan Cawan Selatan, Monas, mendapat apresiasi. Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban Jakarta.
Apel kebangsaan itu melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas), serikat buruh, komunitas ojek online (ojol), satuan pengamanan (satpam), hingga anggota Pramuka.
Penasihat Ahli Kapolri Edi Saputra Hasibuan mengatakan, keterlibatan berbagai kelompok masyarakat tersebut menunjukkan menjaga keamanan Jakarta bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
Baca juga: Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Libatkan Ormas sampai Ojol
“Apel kebangsaan ini dinilai sangat positif. Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya telah menunjukkan bahwa kekuatan menjaga Jakarta harus dibangun melalui sinergi TNI-Polri bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya. Anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini menambahkan, Jakarta merupakan kota dengan dinamika sosial yang sangat tinggi. Karena itu, pendekatan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan aparat, tetapi juga membutuhkan komunikasi, kolaborasi, dan dibutuhkan partisipasi masyarakat.
“Kita mengapresiasi pelibatan buruh, ojol, satpam, ormas, dan Pramuka. Mereka adalah bagian penting dari masyarakat Jakarta yang setiap hari berada di tengah aktivitas publik. Kalau semua bersatu menjaga keamanan, potensi gangguan kamtibmas bisa dicegah sejak dini,” katanya.
Lihat video: APEL KEBANGSAAN JAGA JAKARTA! Tokoh & Aparat Bersatu dalam Apel Siaga Pengamanan
Direktur Eksekutif Lemkapi ini menambahkan, apel tersebut juga memiliki pesan kebangsaan yang kuat. Dalam menjaga keamanan Jakarta, semua perbedaan dihilangkan. Tujuanya hanya satu. Jakarta harus aman. “Semangat kebangsaan harus menjadi perekat. Keamanan Jakarta adalah kepentingan semua masyrakat,” tegasnya.Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (Adihgi) ini mengatakan, sinergitas TNI-Polri dan masyarakat seperti yang ditunjukkan dalam Apel Kebangsaan Jaga Jakarta perlu terus dikembangkan dalam bentuk kegiatan nyata di lapangan. Edi berharap komunikasi antara aparat keamanan dan kelompok masyarakat semakin diperkuat sehingga setiap potensi konflik dapat diselesaikan secara cepat, persuasif dan profesional.
“Jakarta harus dijaga bersama. TNI-Polri menjadi garda terdepan, dan peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Keberssmaan seperti inilah yang harus terus dirawat demi Jakarta yang aman dan damai,” ucapnya.
Edi mengajak seluruh jajaran Polri tingkatkan sinergitas dengan instasi terkait dan juga masyarakat di wilayahnya masing-masing. “Saya mengajak seluruh jajaran Polri tingkatkan sinergitas dengan instasi terkait seperti TNI dan Pemda serta diharapkan melibatkan masyarakatnya di wilayahnya masing-masing,” katanya.









