Tak Cuma Bikin Bugar, Olahraga Bisa Cegah Alzheimer dan Demensia
Olahraga tak hanya bermanfaat menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga disebut dapat membantu menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan demensia.
Hal ini diungkap oleh perawat sekaligus kreator edukasi kesehatan Rizal di akun X @afrkml. Sebelumnya Rizal tampak menanggapi cuitan Dokter Adam Prabata yang membahas soal suplemen kreatin. Di mana disebutkan bahwa suplemen kreatin tak hanya berperan dalam pembentukan otot, tetapi juga memiliki potensi mendukung fungsi otak.
Dokter Adam menjelaskan, sejumlah penelitian menemukan kreatin dapat meningkatkan memori dan kecepatan pemrosesan informasi di otak. Bahkan, penelitian lain menunjukkan pemberian kreatin 20 gram per hari selama delapan pekan mampu memperbaiki kemampuan kognitif pada pasien Alzheimer.
Baca Juga : Kenali Gejala Awal Pikun, Tandanya Sering Muncul saat Belanja
Meski demikian, dr Adam mengingatkan bahwa kreatin belum terbukti dapat digunakan sebagai smart drug bagi orang yang tidak memiliki gangguan fungsi otak. Menanggapi unggahan tersebut, Rizal pun menambahkan bahwa gaya hidup aktif justru memiliki bukti yang lebih kuat dalam menjaga kesehatan otak. Ia menyebut rutin berolahraga justru menurunkan risiko Alzheimer, demensia, dan pikun jauh lebih rendah saat tua.
“Izin nambahin insight dok! Sebagus-bagusnya kreatin, rutin olahraga itu sendiri yang bikin risiko kena Alzheimer, demensia, dan pikun saat tua nanti bisa turun jauh lebih rendah,” tulis Rizal.
Ia kemudian mencontohkan Johanna Quaas, pesenam asal Jerman yang masih aktif berolahraga di usia 100 tahun. Terbukti, Johanna masih segar dan tidak pikun meski usianya telah memasuki 1 abad.
Baca Juga : 7 Artis yang Meninggal akibat Penyakit Alzheimer, Ada Bintang Film Superman
“Usia 100 tahun masih seger dan enggak pikun? Siapa yang enggak mau? Gas olahraga gaes!” lanjutnya.
Menurut Rizal, olahraga rutin bukan hanya membantu mempertahankan massa otot, tetapi juga berkontribusi menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia. Di mana beberapa penelitian juga mengungkap, aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke otak, mengurangi peradangan, serta membantu menjaga kesehatan sel-sel saraf.
Karena itu, olahraga secara konsisten dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menurunkan risiko penurunan fungsi kognitif, termasuk Alzheimer dan demensia, di kemudian hari.










