Moms, Waspada DBD Mengintai si Kecil! Lakukan Ini saat Gejalanya Mulai Terdeteksi
JAKARTA - Demam berdarah makin sering terjadi di wilayah Asia-Pasifik, dan dampaknya bisa serius buat anak-anak. Apalagi saat ini anak kembali masuk sekolah, di mana kemungkinan terjangkit virus demam berdarah lebih besar.
Tapi tenang, Moms bisa menurunkan risikonya dengan langkah-langkah sederhana. Dengan mencegah gigitan nyamuk, tahu cara mengenali gejala demam berdarah, dan tahu kapan harus ke dokter, Moms bisa menjaga keluarga agar lebih aman.
Dikutip dari UNICEF, nyamuk Aedes Aegypti biasanya menggigit di siang hari, terutama 2 jam setelah matahari terbit dan sore hari sebelum matahari terbenam. Di waktu-waktu inilah risiko penularan demam berdarah paling tinggi.
Anak juga lebih rentan digigit kalau di sekitar rumah, sekolah, tempat kerja, atau jalan yang sering kamu lewati ada benda-benda yang bisa menampung air. Sebab, nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di genangan air dan bisa bertelur meskipun airnya cuma sedikit, misalnya di ember, ban mobil bekas, genangan air, atau bahkan sekadar tutup botol.
Gejala Awal DBD, Apa yang Harus Dilakukan?
Kebanyakan orang yang kena demam berdarah dengan gejala ringan atau tidak ada sama sekali, dan bisa sembuh dalam 1–2 minggu. Kira-kira 1 dari 4 orang yang terinfeksi akan menunjukkan gejala.
Gejala umum yang akan muncul pada anak dan orang dewasa:
- Demam tinggi mendadak (bisa sampai 40°C)
- Sakit kepala parah
- Nyeri di belakang mata
- Nyeri otot dan sendi
- Mual dan muntah
- Kelenjar bengkak
- Ruam kulit
Kalau si kecil menunjukkan gejala demam berdarah, secepatnya periksa ke dokter dan ikuti anjuran medis. Beberapa gejalanya memang mirip flu, jadi tidak selalu gampang untuk membedakannya sendiri di rumah. Mengingat demam berdarah parah bisa jadi kondisi darurat, mendapat bantuan secepatnya bakal memastikan si kecil menerima perawatan yang tepat.
Kebanyakan orang dengan gejala ringan bisa dirawat di rumah dengan obat pereda nyeri dan tidak butuh tindakan medis khusus. Kalau kamu atau si kecil dirawat di rumah, kamu bisa bantu pemulihannya dengan cara-cara berikut, antara lain istirahat, minum air putih agar tubuh tidak dehidrasi, serta makan makanan bergizi.
Selain itu juga perlu minum parasetamol untuk meredakan nyeri dan demam sesuai anjuran dokter, mengompres kulit dengan air sejuk untuk membantu menurunkan demam, menghindari ibuprofen, aspirin, dan obat anti-inflamasi non-steroid lainnya, karena bisa meningkatkan risiko pendarahan.
Pantau terus gejalanya. Demam berdarah bisa jadi parah hanya dalam hitungan jam. Kalau kamu melihat ada tanda-tanda parah, segera cari pertolongan medis!









