Bercak Putih di Gigi Anak Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Tanda Awal Karies

Bercak Putih di Gigi Anak Jangan Diabaikan, Bisa Jadi Tanda Awal Karies

Gaya Hidup | inews | Rabu, 15 Juli 2026 - 20:15
share

JAKARTA, iNews.id – Banyak orang tua baru menyadari anak mengalami karies ketika gigi sudah berlubang atau mengeluhkan rasa sakit. Padahal, sebelum kerusakan menjadi lebih parah, karies biasanya diawali dengan munculnya bercak putih pada permukaan gigi.

Sayangnya, tanda awal ini seringkali luput dari perhatian karena dianggap bukan masalah serius. Karenanya, Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak RS Pondok Indah - Puri Indah, drg. Alana Aluditasari, Sp.K.G.A mengingatkan agar orang tua tidak abai dengan bercak putih di gigi si kecil. 

Menurut drg Alana, munculnya bercak putih pada gigi anak tidak boleh diabaikan. Kondisi tersebut dapat menjadi gejala awal karies yang masih berpeluang ditangani sebelum berkembang menjadi gigi berlubang.

"Gejala karies gigi pada anak bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Namun, beberapa gejala karies yang umumnya dikeluhkan anak meliputi munculnya bintik-bintik atau noda putih pada permukaan gigi yang lama-kelamaan akan berubah menjadi cokelat muda atau tua, bahkan kehitaman," ujar drg. Alana dalam keterangan resminya, Rabu (15/7/2026). 

Dia menjelaskan, karies merupakan kerusakan pada enamel atau lapisan terluar gigi akibat proses demineralisasi, yaitu hilangnya mineral dari jaringan gigi. Kerusakan ini dipicu oleh zat asam yang dihasilkan bakteri saat memfermentasi sisa makanan yang mengandung gula atau karbohidrat.

Apabila tidak segera ditangani, bercak putih tersebut dapat berkembang menjadi perubahan warna kecokelatan hingga kehitaman. Pada tahap yang lebih lanjut, kerusakan akan membentuk lubang pada gigi dan menimbulkan berbagai keluhan.

Selain perubahan warna gigi, orang tua juga perlu mewaspadai gejala lain seperti gigi terasa ngilu atau sakit saat anak mengonsumsi makanan dan minuman manis, panas, atau dingin. Karies juga dapat ditandai dengan munculnya lubang kecil pada permukaan gigi, bau mulut yang tidak kunjung hilang, hingga rasa sakit saat menggigit atau mengunyah makanan.

Menurut drg. Alana, semakin cepat karies dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih berat.

"Meski gigi anak akan tanggal dan berganti dengan gigi permanen seiring bertambahnya usia, bukan berarti kesehatan gigi susu dapat diabaikan begitu saja. Tanpa perawatan yang tepat, gigi anak rentan mengalami karies gigi," katanya.

Karena itu, orang tua dianjurkan segera membawa anak ke dokter gigi apabila menemukan bercak putih atau tanda-tanda awal karies lainnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi gigi sekaligus menentukan penanganan yang sesuai dengan tingkat keparahan kerusakan.

Pada karies tahap awal, penanganan umumnya bertujuan menghentikan proses kerusakan sekaligus memperkuat enamel gigi agar tidak berkembang menjadi gigi berlubang.

Selain melakukan pemeriksaan sejak dini, drg. Alana juga mengingatkan pentingnya membiasakan anak menjaga kesehatan gigi. Orang tua dapat mengajarkan anak menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, serta rutin memeriksakan kesehatan gigi setiap enam bulan sekali.

Dengan mengenali tanda awal karies sejak munculnya bercak putih, kerusakan gigi dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan mengganggu kesehatan maupun aktivitas anak.

Topik Menarik