Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut

Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut

Global | sindonews | Jum'at, 12 Juni 2026 - 07:06
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trumptiba-tiba membatalkan pengeboman besar-besaran yang direncanakan terhadap Iran pada Kamis malam. Keputusan dadakan pemimpin Amerika itu mengejutkan rezim Zionis Israel.

Trump mengeklaim serangan besar Amerika dibatalkan karena negosiasi dengan Iran dilanjutkan. Padahal beberapa jam sebelumnya, dia mengancam akan menyerang Iran dengan sangat keras.

Baca Juga: Trump: 45 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan

"Serangan dan pengeboman yang dijadwalkan telah dibatalkan karena negosiasi yang dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui," tulis Trump di Truth Social.

Dia mengatakan bahwa diskusi dan poin-poin akhir telah disepakati oleh semua pihak yang terlibat, termasuk AS, Israel, Arab Saudi, dan beberapa negara regional lainnya.

Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat dalam beberapa hari terakhir meskipun gencatan senjata disepakati pada April lalu. AS melancarkan serangan terhadap Iran pada hari Rabu setelah helikopter AH-64 Apache AS jatuh di dekat Selat Hormuz—sebuah insiden yang Washington tuduh dilakukan oleh Teheran. Iran membantah bertanggung jawab dan menanggapi dengan serangan rudal yang menargetkan pangkalan Amerika di negara-negara Teluk.Meski membatalkan serangan besar terhadap Iran, Trump menegaskan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz akan tetap berlaku sepenuhnya.

Sementara itu, para pejabat rezim Zionis Israel mengatakan mereka terkejut dengan pengumuman Trump. Mereka sedang menunggu klarifikasi dari Teheran sebelum menilai keakuratannya.

“Kami terkejut dengan pengumuman Trump, kami perlu melihat apa yang dipublikasikan Iran untuk menentukan apakah itu akurat,” kata para pejabat Israel kepada i24NEWS, Jumat (12/6/2026).

Di sisi lain, Fars News Agency Iran mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi Teheran menyebutkan bahwa klaim Trump tidak benar. "Tidak ada teks untuk nota kesepahaman pendahuluan dengan Amerika Serikat yang telah disetujui," kata sumber tersebut.

Satu jam sebelum unggahan Trump muncul, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran memperingatkan Washington agar tidak melakukan tindakan militer lebih lanjut.Menurut pernyataan yang dipublikasikan Fars News Agency, markas tersebut mengatakan bahwa setiap serangan baru AS terhadap Iran akan menerima tanggapan yang lebih keras dari sebelumnya.

Sebelumnya pada hari Kamis Trump berjanji akan menyerang Iran "dengan sangat keras malam ini" dan pada suatu saat berupaya untuk mengambil kendali atas Pulau Kharg dan infrastruktur minyak lainnya. "Washington dapat mengambil kendali penuh atas pasar minyak dan gas mereka," tulis Trump di Truth Social.

Teheran secara resmi belum mengonfirmasi atau mengomentari kesepakatan apa pun. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf sebelumnya memperingatkan bahwa strategi yang salah dan keputusan impulsif akan merusak pasar energi global. "Dan menciptakan rawa tak berujung yang akan membuat Anda terjebak selama bertahun-tahun," katanya.

Negosiasi telah terhenti selama berminggu-minggu, dengan kedua pihak saling menuduh itikad buruk dan pelanggaran gencatan senjata. Pekan lalu, Iran mengancam akan menangguhkan pembicaraan sebagai tanggapan atas serangan udara Israel yang terus berlanjut di Lebanon.

Syarat Teheran untuk perjanjian perdamaian termasuk penghentian permusuhan di semua front, termasuk Lebanon, tempat Israel telah melancarkan perang melawan Hizbullah sejak awal Maret.

Israel dan Iran saling bertukar serangan pada hari Senin. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menegaskan kembali bahwa Iran tidak boleh pernah memperoleh senjata nuklir dan membela tindakan militer terhadap negara Islam tersebut. Teheran bersikeras mempertahankan program nuklirnya karena bersifat damai.

Topik Menarik